Kesehatan
Gejala Awal Osteoporosis, Berikut Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya
Osteoporosis adalah suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh. Berikut gejala awal, faktor risiko dan cara pencegahan osteoporosis.
TRIBUNNEWS.COM - Simak gejala awal, faktor risiko, dan cara pencegahan osteoporosis.
Seiring bertambahnya usia, jaringan tulang lebih cepat rusak.
Osteoporosis adalah suatu kondisi yang menyebabkan tulang menjadi lebih tipis, lebih lemah, dan lebih rapuh.
Tulang adalah jaringan hidup yang terus-menerus dipecah dan diganti.
Osteoporosis terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak mengikuti hilangnya tulang yang lama.
Kondisi ini dapat mempengaruhi pria dan wanita dari semua ras.
Baca juga: 7 Manfaat Kayu Manis: Turunkan Kadar Gula Darah hingga Melawan Virus HIV
Menurut International Osteoporosis Foundation, penyakit ini mempengaruhi 21,2 persen wanita di atas usia 50 tahun dan 6,3 persen pria di atas usia yang sama di seluruh dunia.
Gejala Awal Osteoporosis
Tanda-tanda awal keropos tulang yang dapat dideteksi jarang terjadi.
Seringkali orang tidak tahu bahwa mereka memiliki tulang yang lemah sampai pinggul, pergelangan tangan, atau tulang lainnya patah.
Berikut ini gejala osteoporosis, dikutip dari Healthline:
1. Gusi surut
Gusi bisa surut jika rahang kehilangan tulang.
Mintalah dokter gigi Anda untuk menyaring keropos tulang di rahang.
2. Kekuatan genggaman yang lebih lemah
Pada wanita pascamenopause dan kepadatan mineral tulang secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa kekuatan pegangan yang rendah dikaitkan dengan kepadatan mineral tulang yang rendah.
Selain itu, kekuatan genggaman yang lebih rendah dapat meningkatkan risiko jatuh.
3. Kuku yang lemah dan rapuh
Kekuatan kuku bisa menandakan kesehatan tulang.
Tetapi juga harus dipertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kuku, seperti paparan suhu yang sangat panas atau dingin, penggunaan penghapus cat kuku.
Bisa juga kuku akrilik secara teratur, atau perendaman dalam air untuk waktu yang lama.
Selain perubahan kepadatan tulang, osteoporosis biasanya tidak menimbulkan banyak gejala awal.
Faktor Risiko Osteoporosis
Baik pria maupun wanita dapat mengembangkan osteoporosis, tetapi kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita karena sering kali disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia.
Faktor risiko umum untuk osteoporosis meliputi:
- Usia yang lebih tua
- Mengalami menopause sebelum usia 45
- Ovarium diangkat sebelum usia 45
- Memiliki testosteron rendah pada pria
- Memiliki estrogen rendah pada wanita
-Minum obat tertentu yang menurunkan kadar hormon
- Merokok
- Memiliki riwayat keluarga osteoporosis
- Sering minum alkohol
- Tidak mendapatkan cukup aktivitas fisik secara teratur, terutama latihan menahan beban seperti berjalan kaki.
Cara Pecegahan
Sangat penting untuk mengambil tindakan untuk mencegah pengeroposan tulang dan menjaga kepadatan tulang.
Berikut cara pencegahan osteoporosis:
1. Lakukan latihan
Latihan menahan beban secara teratur membantu membangun massa tulang.
Latihan menahan beban melibatkan aktivitas fisik yang dilakukan pada kaki, dengan berat badan didukung oleh tulang.
Contohnya latihan yang bisa dilakukan yakni berjalan, joging, atau menaiki tangga.
2. Makan cukup kalsium
Orang dewasa biasanya membutuhkan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari, menurut National Institutes of Health.
Namun, ini dapat bervariasi berdasarkan tahap kehidupan dan kebutuhan kalsium.
3. Dapatkan vitamin D
Dapatkan vitamin D yang cukup setiap hari.
Vitamin D sangat penting untuk membantu tubuh Anda menyerap kalsium.
Kebanyakan orang membutuhkan 400 unit internasional (IU) vitamin D setiap hari.
Baca juga: Manfaat Buah Belimbing untuk Kesehatan, Cegah Kanker hingga Baik untuk Rambut dan Kulit
Antara 10 dan 15 menit paparan sinar matahari dapat merangsang produksi vitamin D.
Menghabiskan waktu terbatas ini di bawah sinar matahari dua hingga tiga kali seminggu, sambil memakai tabir surya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D Anda, menurut Skin Cancer Foundation.
Makanan seperti susu yang diperkaya, kuning telur, dan salmon juga memiliki vitamin D.
4. Hindari zat yang tidak sehat
Merokok atau memiliki gangguan penggunaan zat, seperti penyalahgunaan alkohol, dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
Sumber daya dan dukungan tersedia jika membutuhkan bantuan.
Misalnya, jika Anda merokok, pertimbangkan untuk berbicara dengan dokter tentang cara terbaik untuk berhenti, alat bantu merokok yang dapat membantu, atau sumber daya pendukung lainnya.
(Tribunnews.com/Yurika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/seseorang-dengan-osteoporosis.jpg)