Virus Corona

Kasus Penularan Menurun, Pemakaman Covid-19 Tak Ketat Lagi

Jika sebelumnya, jenazah seorang pasien Covid-19 harus dimandikan di rumah sakit dan tidak diperkenankan dibawa pulang oleh keluarga.

Tribunnews/JEPRIMA
Petugas menggunakan alat berat saat menguburkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (4/2/2022). Kasus covid-19 kembali meningkat hingga menelan korban jiwa, menurut petugas pemakaman pada Jumat (4/2) terdapat 13 jenazah terkonfirmasi covid telah dimakamkan di TPU Rorotan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Erlina Burhan menilai, penurunan angka kasus penularan Covid-19 di Indonesia membuat protokol pemakaman tak ketat lagi.

Jika sebelumnya, jenazah seorang pasien Covid-19 harus dimandikan di rumah sakit dan tidak diperkenankan dibawa pulang oleh keluarga.

Kini, aturan tersebut lebih longgar namun tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Baca juga: Prof Zubairi Ingatkan Pasien Covid-19 Harus Berkonsultasi dengan Dokter Meskipun Bergejala RIngan

"Angka kasus menunjukkan penularan mulai terkendali ini, saya kira kita tidak ketat seperti dulu lagi untuk protokol pemakaman," ujar dia.

Meski demikian, ia tetap mengingatkan bagi siapa saja termasuk petugas, keluarga dam masysrakat luas untuk tetap memaskimalkan diri mencegah penularsan dengan protokol kesehatan.

Misalnya, sebaiknya pada saat memandikan memakai sarung tangan dan menggunakan masker.

Saat melayat, tetap gunakan masker dan jangan berkumpul dalam durasi waktu yang lama.

"Kenapa harus pakai sarung tangan dan pakai masker menghadapi mayat? Karena covid-19 ini sesuatu yang baru ya kita enggak tahu dan pada saat kita memandikan itu kan kadang-kadang akan menyentuh organ tubuh yang ada cairannya. Oleh sebab itu pencegahannya ya pakai sarung tangan pada saat memandikan dan pakai masker," terang dia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved