Neurolog: Keluarga Tempat Paling Ideal untuk Rawat Pasien Alzheimer

Ada beberapa situasi yang membuat para keluarga kurang memiliki wakut untuk mendampingi pasien Alzheimer.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Guru Besar Bidang Neurologi FKIK Atma Jaya dan Pembina Alzheimer Indonesia Prof DR Yuda Turana Sp S [K]. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga berperan penting bagi keberlangsungan perawatan pasien Alzheimer. Tempat yang ideal untuk merawat pasien Alzheimer atau demensia sebenarnya adalah dengan bersama keluarga. 

"Jadi jelas kondisi paling ideal konteks masing-masing kita. Namun pilihan pertama adalah keluarga," ungkap Guru Besar Bidang Neurologi FKIK Atma Jaya dan Pembina Alzheimer Indonesia Prof DR Yuda Turana Sp S [K] pada konferensi pers Alzheimer Indonesia (ALZI) secara virtual, Senin (26/9/2022). 

Memang, ada beberapa situasi yang membuat para keluarga kurang memiliki waktu cukup untuk mendampingi pasien Alzheimer. Karenanya, dibutuhkan program untuk memberikan pendampingan pada pasien demensia ini.

Dia menekankan, bagaimanapun pilihan pertama merawat pasien alzheimer adalah dengan keluarga, di mana pasien biasa tinggal. Namun pada kondisi tertentu, support system mungkin jauh lebih membantu. 

Selai keluarga, merawat pasien Alzheimer juga tidak bisa menghilangkan peran dari pihak profesional. Yaitu membantu beberapa hal dalam konteks aktivitas pendampingan. 

Baca juga: Tak Hanya Lansia, Mereka yang Muda Bisa Kena Alzheimer, Ini Faktor Risikonya 

Khususnya pada kasus berat, seperti memastikan pakaian, makan, mandi, pihak profesional tentu sangat membantu.

Dia menekankan jika persoalan Alzheimer atau demensia tidak hanya dari pasien saja. Tapi juga pihak yang mendampingi, dalam hal ini keluarga.

Baca juga: Mengenal Alzheimer dan Demensia: Ketahui Faktor Penyebab, Tahapan, dan Cara Kurangi Resiko Terkena

"Kita menyadari, persoalan demensia bukan individu saja. Brun out, sering terjadi pada keluarganya," kata dr Yuda lagi. 

Disarankan untuk melakukan pertemuan rutin dengan sesama pejuang Alzheimer, begitu pula dengan pendamping. 

Prof DR Yuda Turana Sp S [K]
Guru Besar Bidang Neurologi FKIK Atma Jaya dan Pembina Alzheimer Indonesia Prof DR Yuda Turana Sp S [K] pada konferensi pers Alzheimer Indonesia (ALZI) secara virtual, Senin (26/9/2022). 

"Banyak keluarga mengalami burn out dengan membaur, bisa mendapatkan tips and trik bermamfaat," papar Direktur Eksekutif Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) Michael Dirk Roelof Maitimoe, M.Psi dalam acara yang sama. 

Baca juga: Mengapa Perempuan Lebih Berisiko Mengembangkan Penyakit Alzheimer?

Selain itu, bertemu dengan keluarga pejuang Alzheimer menurut Michael dapat mendorong rasa optimis. Karena muncul rasa tidak sendiri, di luar sana masih banyak keluarga yang merawat pasien Alzheimer.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved