Selasa, 2 Juni 2026

Menkes Targetkan Pemeriksaan TBC Harus mencapai 60.000 Tiap Bulan

Budi mengatakan bahwa penambahan target ini untuk mendorong laju pemeriksaan TBC yang saat ini masih rendah.

Tayang:
Tribunnews.com/ Taufik Ismail
Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ia menargetkan mulai Januari tahun 2023 pemeriksaan Tuberkolosis atau TBC harus mencapai 60.000 kasus per bulannya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin targetkan mulai Januari tahun 2023 pemeriksaan Tuberkolosis atau TBC harus mencapai 60.000 kasus per bulannya.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung eliminasi TBC tahun 2030.

''Saya minta mulai Januari 2023, penemuan insiden TBC harus mencapai 60.000 per bulan by name by address,'' kata Budi pada keterangan resmi, Jumat (12/11/2022).

Budi mengatakan bahwa penambahan target ini untuk mendorong laju pemeriksaan TBC yang saat ini masih rendah.

Baca juga: Mulai 2023, Pemeriksaan TBC Ditargetkan 60 Ribu Per Bulan

Dari target 969 ribu angka insiden TBC di tahun 2021, baru 50-60 persen atau sekitar 500-600 ribu kasus yang ditemukan.

Budi pun membandingkan dengan laju pemeriksaan COVID-19.

''Kalau di bandingin dengan COVID-19, dalam kurun waktu 18 bulan kita bisa mendeteksi 6,5 juta kasus by name by address. Padahal pemeriksaannya sama-sama pakai molekuler, kalau TBC pakai TCM kalau COVID-19 pakai PCR,'' kata Budi.

Dengan kompleksitas yang sama, Budi menyebutkan bahwa pengendalian TBC dapat mencontoh penanganan pandemi COVID-19.

Mulai dari strategi penguatan aktivitas testing, tracing dan treatment (3T) guna mempercepat penemuan kasus aktif di masyarakat.

Hal ini penting mengingat TBC merupakan penyakit menular, sehingga mendesak untuk ditemukan dan diobati.

Baca juga: Indonesia Surati Bill & Melinda Gates Foundation untuk Ikut Uji Klinis Vaksin TBC

Untuk mewujudkan hal tersebut, Budi menggencarkan kegiatan Penemuan Kasus TBC dengan skrining X-ray.

Serta, pemberian terapi pencegahan TBC pada kontak serumah pasien TBC yang dilakukan secara serentak di 25 kabupaten atau kota.

Kegiatan testing dan tracing ini, diperkuat dengan diluncurkannya obat daily dose buatan dalam negeri.

''Melalui percepatan ini, saya berharap target eliminasi TBC 2030 bisa tercapai. Mengingat waktu yang kita miliki tinggal 7,5 tahun lagi,'' tutup Budi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved