Gejala ADHD pada Anak dan Orang Dewasa: Sulit Fokus hingga Sering Melamun
Gejala ADHD pada anak dan orang dewasa, di antaranya sulit fokus dan sering melamun. ADHD adalah gangguan perkembangan saraf, hiperaktif dan impulsif.
TRIBUNNEWS.COM - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang paling umum pada masa kanak-kanak dan bisa berlanjut hingga dewasa.
Gejala ADHD yang paling umum adalah terlalu banyak melamun, sering lupa, hingga sering gelisah.
Anak yang menderita ADHD bisa mengalami kesulitan fokus dan berperilaku.
Gejala ADHD dapat berlanjut hingga dewasa dan menyebabkan kesulitan di sekolah, rumah, dan dalam pertemanan.
Selengkapnya, berikut ini gejala ADHD, dikutip dari CDC, NHS, dan The Guardian.
Baca juga: Mengenal ADHD: Pengertian, Penyebab, Gejala dan Diagnosa
Gejala ADHD
- Banyak melamun
- Melupakan atau kehilangan banyak hal
- Menggeliat atau gelisah
- Terlalu banyak bicara
- Membuat kesalahan ceroboh atau mengambil risiko yang tidak perlu
- Sulit menahan godaan
- Kesulitan mengambil giliran
- Mengalami kesulitan bergaul dengan orang lain.
Beberapa anak yang mengalami gejala ADHD dapat membaik seiring bertambahnya usia.
Namun, ada juga yang masih memiliki ADHD hingga dewasa.
3 Jenis Gejala ADHD
Baca juga: Mengenal Skizofrenia, Gangguan Mental yang Pengaruhi Emosi, Komunikasi, dan Perilaku
Gejala ADHD dibedakan menjadi tiga jenis, tergantung dari seberapa intens gejala itu terjadi pada anak.
Berikut ini 3 jenis gejala ADHD:
1. Lalai
Gejala ADHD ini sering membuat orang melupakan dan melalaikan banyak hal.
Sulit bagi individu untuk mengatur atau menyelesaikan tugas, memperhatikan detail, atau mengikuti instruksi atau percakapan.
Orang itu mudah teralihkan atau melupakan detail rutinitas sehari-hari.
2. Hiperaktif-Impulsif
Hiperaktif-Impulsif digambarkan dengan perilaku seseorang yang sering gelisah dan banyak bicara.
Ia juga sulit untuk duduk diam dalam waktu lama.
Gejala ADHD Hiperaktif-Impulsif pada anak-anak dapat dilihat dari perilaku seperti berlari, melompat, atau memanjat terus-menerus.
Selain itu, individu merasa gelisah dan bermasalah dengan impulsif.
Seseorang yang impulsif mungkin sering menyela orang lain, mengambil sesuatu dari orang lain, atau berbicara pada waktu yang tidak tepat.
3. Gabungan
Gejala dari kedua jenis di atas sama-sama ada pada orang tersebut.
Gejala ADHD ini merupakan yang paling kompleks.
Penyebab ADHD
Baca juga: Gangguan Mental Tak Datang Tiba-tiba, Bisa Jadi Warisan, Ini Picu Anak Depresi Hingga Akhiri Hidup
Para ilmuwan sedang mempelajari penyebab dan faktor risiko ADHD.
Penyebab dan faktor risiko ADHD tidak diketahui, tetapi penelitian saat ini menunjukkan bahwa genetika memainkan peran penting.
Selain genetika, berikut ini kemungkinan penyebab dan faktor risiko lainnya:
- Kerusakan otak
- Paparan risiko lingkungan selama kehamilan atau pada usia muda
- Penggunaan alkohol dan tembakau selama kehamilan
- Pengiriman prematur
- Berat lahir rendah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Artikel lain terkait ADHD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-bermain-8h.jpg)