Tidak Bisa Diet seperti Orang Dewasa, Begini Cara Kurangi Berat Badan Anak
Anak obesitas berisiko alami penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi dan sebagainya. Maka berat badannya perlu diturunkan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelebihan berat badan pada anak berisiko berakhir dengan obesitas.
Kalau sudah obesitas, anak berisiko alami penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi dan sebagainya.
Namun, anak bisa diet seperti orang dewasa pada umumnya.
Karena anak masih dalam masa pertumbuhan dan butuh asupan nutrisi yang cukup.
Baca juga: Anak Gemuk Belum Tentu Sehat, Siapa Tahu Obesitas, Ketahui Tanda-Tandanya
Terkait hal ini, Dokter spesialis kesehatan anak nutrisi dan penyakit metabolik RS Pondok Indah - Puri Indah, dr. Novitria Dwinanda, Sp. A. Subsp. N. P. M pun berikan beberapa tips.
Langkah pertama adalah memangkas asupan camilan anak.
Umumnya, dalam sehari, anak makan tiga kali dan diselingi dengan dua kali camilan antara makan pagi dan siang.
Jadi yang dipangkas bukan makan utama anak.
Kedua, bukan berarti tidak boleh, camilan anak diganti dengan makanan yang lebih sehat.
"Bukan tidak boleh snack. Diganti buah potong. Boleh buah dijus? Buah tidak boleh dijus, gula jadi naik," papar dr Novitria lagi.
Ketiga, minuman manis harus dihilangkan dan diganti dengan air putih.
"Jadi, makan (besarnya) biasa saja. Makan tiga kali, tidak boleh skip (apa lagi) sarapan. Karena nanti makin balas dendam ketika (makan) siang. Porsi biasa saja. Dia masih tumbuh kok," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-makan-sayur-kukus.jpg)