Senin, 20 April 2026

Saluran Air Mata Tersumbat Bisa Bikin Infeksi, Ini Penyebab dan Cara Pengobatannya

Sumbatan ini bisa terjadi di berbagai titik saluran air mata, dan salah satu gejala paling umum adalah mata yang terus berair meski tidak menangis.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: willy Widianto
Net
PENYUMBATAN SALURAN AIR MATA - Ilustrasi menangis. Sumbatan terjadi ketika aliran air mata terhambat di salah satu bagian saluran, mulai dari punctum, kanal, hingga ke saccus dan saluran menuju hidung. Akibatnya, air mata tidak bisa mengalir sebagaimana mestinya, sehingga tertahan dan menyebabkan mata terus berair 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang mungkin belum begitu familiar dengan istilah sumbatan saluran air mata. Padahal kondisi ini bisa menyebabkan gangguan kenyamanan pada mata dan bahkan menimbulkan infeksi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga: Air Mata Seorang Ayah yang Gagal Wujudkan Rencana Kecil untuk Anaknya

Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, Jawa Barat, Dr dr M Rinaldi Dahlan, Sp.M(K) menjelaskan secara rinci mengenai kondisi ini. Secara fisiologis, air mata diproduksi oleh kelenjar air mata yang terletak di bagian atas sisi luar mata, dibalik tulang mata.

Air mata berfungsi membasahi permukaan bola mata agar tetap lembab dan nyaman. Setelah membasahi mata, air mata akan mengalir melalui saluran kecil menuju ke hidung.

“Jadi saat kita menangis, air mata masuk ke lubang kecil yang disebut punctum, lalu mengalir lewat saluran menuju ke kantong air mata (saccus lacrimalis), dan akhirnya masuk ke dalam hidung,” ujar dr Rinaldi pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (18/6/2025).

Inilah sebabnya mengapa saat menangis, hidung kita biasanya ikut berair. Sumbatan terjadi ketika aliran air mata terhambat di salah satu bagian saluran, mulai dari punctum, kanal, hingga ke saccus dan saluran menuju hidung.

Akibatnya, air mata tidak bisa mengalir sebagaimana mestinya, sehingga tertahan dan menyebabkan mata terus berair. “Logikanya, seperti selokan mampet. Air tidak mengalir dengan lancar, akhirnya menggenang,” ujar dr Rinaldi.

Sumbatan ini bisa terjadi di berbagai titik saluran air mata, dan salah satu gejala paling umum adalah mata yang terus berair meski tidak sedang menangis. Meski awalnya tampak sepele, sumbatan saluran air mata bisa menjadi masalah serius jika terjadi infeksi.

Baca juga: Perjalanan Panjang Denada Penuh Air Mata Demi Melihat Wajah Ibunya Terakhir kali

Hal ini karena air mata yang tidak mengalir bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. “Kuman-kuman yang awalnya normal bisa menumpuk dan menyebabkan infeksi. Bisa timbul benjolan di sudut mata yang terasa nyeri, seperti bisul. Bahkan, bisa pecah dan berulang lagi,” katanya.

Dalam kondisi lebih berat, infeksi ini bisa menyebabkan selulitis atau peradangan jaringan lunak sekitar mata, yang membutuhkan penanganan medis segera. Apabila mengalami mata yang terus menerus berair, muncul benjolan di sudut mata, atau tanda-tanda infeksi seperti kemerahan dan nyeri, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.

Baca juga: Akui Sakit Mata hingga Rencana Lakukan Operasi, Nikita Mirzani: Kayak Mau Keluar, Nyeri Banget

“Dengan penanganan yang tepat, sumbatan saluran air mata bisa diatasi. Kadang cukup dengan obat, tetapi ada juga yang memerlukan prosedur medis,” pungkas dr Rinaldi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved