Jumat, 12 Juni 2026

Bahaya Tersembunyi Perlemakan Hati di Balik Tubuh yang Terasa Bugar

Lemak tak hanya soal bentuk tubuh yang terlihat dari luar, tapi juga berkaitan gangguan metabolik yang memengaruhi berbagai organ, termasuk hati.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Harvard Health - Harvard University
ILUSTRASI LIVER – Ilustrasi organ hati (liver) sebagai tempat cadangan glukosa tubuh. Dokter mengungkapkan, cadangan ini membuat tubuh tetap kuat beradaptasi meski berpuasa 12 jam. 

Ringkasan Berita:
  • Penyakit perlemakan hati sering berkembang tanpa gejala, sehingga banyak orang tidak menyadari kondisinya hingga memburuk.
  • Obesitas memicu gangguan metabolik yang merusak hati; jangan hanya fokus pada berat badan, tapi juga kesehatan organ dalam.
  • Segera lakukan skrining jika Anda memiliki risiko obesitas atau diabetes untuk mencegah kerusakan hati yang permanen.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak orang menjalani hari seperti biasa. Bangun pagi, bekerja, beraktivitas, makan, lalu kembali beristirahat.

Tubuh terasa baik-baik saja. Tidak ada nyeri, tidak ada keluhan yang membuat seseorang merasa harus segera memeriksakan diri.

Namun, kondisi itu belum tentu menggambarkan apa yang terjadi di dalam tubuh.

Ada satu organ yang bisa mengalami perubahan secara perlahan tanpa memberikan tanda yang jelas, yakni hati.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah penyakit perlemakan hati atau fatty liver disease, yaitu ketika terjadi penumpukan lemak berlebih di hati.

Baca juga: Pernah Berbobot 100 Kg, Dokter Gia Pratama: Pencegahan Obesitas Penting agar Beban BPJS Tak Naik

Masalah ini menjadi perhatian karena sering kali baru diketahui ketika kondisinya sudah berkembang.

Dalam momentum Global Fatty Liver Day 2026, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Novo Nordisk Indonesia mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya keluhan untuk mulai peduli terhadap kesehatan hati.

Terutama karena salah satu faktor risiko yang semakin menjadi perhatian adalah obesitas.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada penduduk dewasa usia di atas 18 tahun mencapai 23,4 persen.

Sementara obesitas sentral pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 36,8 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa kelebihan lemak tubuh menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu diperhatikan.

Sebab, lemak tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentuk tubuh yang terlihat dari luar.

Di dalam tubuh, lemak juga dapat berkaitan dengan gangguan metabolik yang memengaruhi berbagai organ, termasuk hati.

“Fatty liver merupakan salah satu kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih karena sering kali berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas. Salah satu pemicu utama di balik kondisi ini adalah obesitas, yang kini menjadi tantangan kesehatan serius di tanah air,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, Direktur PTM Kementerian Kesehatan RI pada diskusi media di Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved