Senin, 20 April 2026

Anggapan Keliru Okuloplasti Hanya Soal Estetika Penampilan

Selama ini masyarakat awam kerap menganggap segala hal yang berkaitan dengan istilah “operasi plastik” identik dengan operasi kecantikan. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Kolase Tribunnews Instagram @sarwendah29
Sarwendah perlihatkan wajah baru setelah dioperasi plastik, akui hasilnya masih bengkak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Selama ini masyarakat awam kerap menganggap segala hal yang berkaitan dengan istilah “operasi plastik” identik dengan operasi kecantikan. 

Namun, dalam dunia medis, ada bidang khusus bernama okuloplasti yang ternyata jauh lebih kompleks.

Dokter Spesialis Mata Subspesialis Orbitadi JEC Eye Hospitals and Clinics dr. Indra Maharddhika Pambudy, SpM beri fakta terkait tindakan okuloplasti ini. 

Okuloplasti sendiri merupakan cabang oftalmologi (ilmu kesehatan mata) yang fokus pada area sekitar mata. 

Baca juga: Tak Pakai Alasan Sinus, Kirana Larasati Akui Operasi Hidung demi Estetika

Bukan hanya kelopak mata, tapi juga sistem lakrimal (air mata), rongga mata (orbita), hingga fungsi saraf yang memengaruhi pergerakan wajah.

Dokter Indra menjelaskan bahwa anggapan okuloplasti sekadar urusan estetika sebenarnya keliru.

“Banyak orang mengira okuloplasti hanya soal penampilan. Padahal, fungsinya menyangkut kesehatan  hingga rekonstruksi akibat trauma,” ungkapnya pada seminar yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (24/8/2025). 

Dalam praktiknya, tindakan okuloplasti bisa mencakup berbagai hal, mulai dari operasi kecil pada kelopak mata, memperbaiki posisi bola mata yang terdorong keluar akibat tumor, hingga membantu pasien yang mengalami kelainan bawaan sejak lahir.

Tak hanya itu, bidang ini juga berhubungan dengan rekonstruksi pasca kecelakaan maupun operasi kanker. 

Jadi, manfaatnya bukan semata-mata mempercantik, melainkan benar-benar mendukung kualitas hidup pasien.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi saat ini membuat tindakan okuloplasti semakin aman dan efektif. 

Pasien pun tidak perlu khawatir karena prosedurnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan medis masing-masing.

Bola Mata yang Hilang Hingga Tumor

Tindakan ini juga bisa digunakan pada kondisi serius seperti kelopak mata turun (ptosis), tumor pada area orbita, hingga kehilangan bola mata yang membutuhkan penanganan khusus.

Ia menjelaskan bahwa pasien dengan gangguan kelopak mata misalnya, bisa mengalami kesulitan melihat karena pandangan tertutup. 

Kondisi itu tentu mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan kualitas hidup.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved