Selasa, 9 Juni 2026

Deteksi Kanker di Indonesia Makin Canggih, Kemenkes Berharap Bisa Gaet Pasien dari Mancanegara

Kemajuan deteksi kanker di Tanah Air selain membendung pasien dalam negeri ke negara lain, diharapkan juga bisa menggaet pasien-pasien luar negeri.

Tayang:
Tribunnews.com/ Rina Ayu
PENGOBATAN KANKER - Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yuli Astuti Saripawan, M.Kes saat peluncuran Biograph Vision Quadra body dari Siemens Healthineers, pemindai PET/CT whole-body pertama di Asia yang dimiliki oleh RS EMC Grha Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (26/8). 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) terus mendukung upaya meningkatkan mutu Rumah Sakit.

Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes Yuli Astuti Saripawan, M.Kes., menyebut, saat ini banyak warga Indonesia yang melakukan pengobatan di luar negeri. Misalnya saja pengobatan kanker.

"Kami mengapresiasi RS yang terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kanker ini jumlah penderitanya cukup banyak. Indonesia harus bergerak memiliki pengobatan yang mumpuni," kata dia saat di Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (26/8/2025).

Baca juga: Anak Sulung Mpok Alpa Akui Tahu sang Ibu Idap Kanker Payudara dari ART

Menurut Yuli, dengan kemajuan deteksi kanker di tanah air selain membendung pasien dalam negeri ke negara lain, diharapkan juga bisa menggaet pasien-pasien luar negeri untuk datang ke Indonesia.

Deteksi dini kanker bisa menjadi penentu kondisi pasien, sehingga dibutuhkan alat untuk menunjang hal tersebut.

Teknologi makin berkembang pesat diantaranya  Biograph Vision Quadra body dari Siemens Healthineers, pemindai PET/CT whole-body pertama di Asia yang dimiliki oleh RS EMC Grha Kedoya.

PET/CT scan canggih ini dirancang untuk memindai area tubuh yang luas
dengan kecepatan tinggi dan sangat detail.

Teknologi ini memungkinkan deteksi penyakit kanker lebih dini dan lebih akurat, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien.

Teknologi ini mampu memindai seluruh tubuh pasien hanya dalam 4 menit dengan radiasi 50 persen lebih rendah dari CT Scan pada umumnya.

"Ini menguntungkan pasien karena membuka peluang pengobatan yang lebih cepat, tepat, dan efektif," tutur Spesialis Kedokteran Nuklir dr. Junan Imaniar Pribadi.

Deteksi kanker merupakan faktor penting untuk  membantu dokter untuk menentukan rencana perawatan yang paling tepat bagi pasien.

President Director of EMC Healthcare Jusup Halimi mengatakan, pihaknya percaya bahwa kemajuan ini akan menjadikan RSnya sebagai destinasi bagi pasien mancanegara.

"Mereka bisa mencari layanan kedokteran nuklir terdepan, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan yang maju di Asia," harap dia.

President Director of Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahringer menambahkan, kerjasama ini jadi bukti nyata yang memperlihatkan apa yang dapat dicapai ketika inovasi berpadu dengan dedikasi terhadap perawatan pasien. 

"Kami bangga dapat menghadirkannya di Indonesia untuk memberikan manfaat bagi pasien dari seluruh Asia”, ujar Alfred.

(Tribunnews.com/ Rina Ayu)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved