Bisakah Persalinan Sesar Minim Nyeri? Ini Kata Dokter
Perkembangan teknologi medis turut mendorong lahirnya metode persalinan modern yang lebih aman dan nyaman bagi ibu.
Ringkasan Berita:
- Persalinan memakai metode sesar kerapkali dipilih, meski terkadang tak seperti persalinan normal, karena ada nyeri.
- Kini, metode ERACS menawarkan pemulihan lebih cepat dan manajemen nyeri lebih baik bagi ibu yang menjalani persalinan sesar.
- Dalam sebuah talkshow, dokter menjelaskan manfaat ERACS serta pentingnya NIPT dan USG trimester pertama.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perkembangan teknologi medis turut mendorong lahirnya metode persalinan modern yang lebih aman dan nyaman bagi ibu.
Salah satu inovasi yang kini banyak diminati adalah Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS), teknik persalinan sesar yang dirancang untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi.
Baca juga: Billy Syahputra Akui Tak Tahu Jenis Kelamin Anak Pertamanya dengan Vika, Singgung Persalinan Normal
“ERACS merupakan teknik persalinan sesar yang memungkinkan pemulihan lebih cepat, manajemen nyeri lebih baik, dan bonding ibu-bayi lebih optimal,” ujar dr. Julita D.L. Nainggolan, Sp.OG dari Siloam Hospitals Lippo Village di Tangerang belum lama ini.
Penjelasan ini disampaikan dalam talkshow “Menuju Hari Ibu: Persalinan Nyaman di Setiap Langkah”, sebuah program edukatif yang ditujukan untuk mendampingi ibu hamil menjalani kehamilan dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan.
Julita mengatakan, metode ERACS memberikan sejumlah keuntungan nyata. Ibu dapat bergerak lebih cepat setelah operasi, penggunaan obat pereda nyeri menjadi lebih efisien, serta meminimalkan rasa tidak nyaman di masa nifas.
Kemungkinan terjadinya skin-to-skin contact lebih cepat juga membantu memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi.
“Persalinan yang aman dapat berjalan seiring dengan kenyamanan jika didukung tim medis yang profesional serta lingkungan pelayanan yang hangat dan responsif,” tambahnya.
Selain mengenai ERACS, talkshow tersebut juga menghadirkan materi terkait pemeriksaan prenatal modern. dr. C. Herawati Sri Ratna Dewi, Sp.OG memaparkan pentingnya pemeriksaan NIPT (non-invasive prenatal testing) berbasis teknologi Gobion.
Pemeriksaan ini menjadi pilihan banyak calon orangtua karena mampu mendeteksi risiko kelainan genetik sejak dini tanpa prosedur invasif.
“NIPT memberikan ketenangan pikiran bagi orang tua karena hasilnya akurat, aman, dan bisa dilakukan lebih awal,” jelas dr. Hera.
Saat tanya jawab, dr. Julita juga menyoroti banyaknya kebingungan mengenai frekuensi ideal pemeriksaan USG selama kehamilan.
Menurutnya, USG pada trimester pertama merupakan fase paling penting untuk menilai kondisi awal kehamilan.
“USG trimester 1, atau begitu tahu hamil, itu penting. Kita bisa screening apakah hamilnya di dalam atau di luar kandungan, serta memastikan perkembangan awal janin. Jangan sampai nanti hamil kosong dan baru ketahuan belakangan,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TEKNOLOGI-PERSALINAN-SESAR.jpg)