Jumat, 24 April 2026

Harapan untuk Penderita Penyakit Genetik, Kemenkes Dorong Riset Gene Therapy

Pemerintah membangun ekosistem kesehatan nasional yang mampu menjawab tantangan penyakit genetik yang selama ini sulit disembuhkan.

Penulis: Willem Jonata
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok.
KOLABORASI -  Prof. dr. Deby Vinski dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikinmewakili Kementerian Kesehatan RI menjalin kerjasama  penguatan regulasi, riset, hingga integrasi dengan Komite Sel Punca nasional untuk menangani berbagai penyakit genetik dengan terapi gen. 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat unggulan pengembangan terapi sel punca (stem cell) dan terapi gen (gene therapy) secara aman dan berbasis sains.
  • Pemerintah membangun ekosistem kesehatan nasional yang mampu menjawab tantangan penyakit genetik yang selama ini sulit disembuhkan.
  • Kolaborasi ini mencakup penguatan regulasi, riset, hingga integrasi dengan Komite Sel Punca nasional.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar stem cell terkemuka asal Indonesia, Prof. dr. Deby Vinski, menyatakan optimismenya terhadap masa depan kedokteran modern di Tanah Air.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat unggulan pengembangan terapi sel punca (stem cell) dan terapi gen (gene therapy) secara aman dan berbasis sains.

Visi besar ini diperkuat dengan kolaborasi erat antara Prof. Deby dan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Tujuan dari sinergi tersebut, yakni membangun ekosistem kesehatan nasional yang mampu menjawab tantangan penyakit genetik yang selama ini sulit disembuhkan.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan terapi stem cell dan gene therapy secara aman dan berbasis sains. Tujuan kami adalah menghadirkan harapan baru bagi pasien, khususnya anak-anak dengan penyakit genetik,” ujar Prof. Deby Vinski dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Dalam membangun ekosistem ini, Prof. Deby secara aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang ia sebut sebagai Pahlawan Transformasi Kesehatan. 

Kolaborasi ini mencakup penguatan regulasi, riset, hingga integrasi dengan Komite Sel Punca nasional.

Baca juga: Faktor Genetik, Stres hingga Perubahan Hormon Picu Kerontokan Rambut

Dukungan dari Kementerian Kesehatan dinilai krusial untuk memastikan teknologi medis terbaru ini dapat diakses secara luas namun tetap berada dalam koridor hukum dan etika medis yang ketat.

Sebagai bukti nyata kesiapan Indonesia, Prof. Deby menginisiasi pengembangan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) sebagai World Hospital Hub untuk layanan stem cell dan gene therapy.

Proyek ini akan berkolaborasi dengan Celltech Stem Cell Centre serta World Council of Stem Cell and Gene Therapy.

Nantinya, pusat layanan ini diproyeksikan menjadi rujukan dunia dalam menangani berbagai penyakit genetik yang menargetkan perbaikan gen rusak, seperti thalassemia dan hemofilia, spinal muscular atrophy (SMA), duchenne muscular dystrophy (DMD), termasuk gangguan penglihatan akibat kelainan genetik.

Gene therapy merupakan metode pengobatan yang menargetkan penyakit pada tingkat genetik dengan memperbaiki atau mengganti gen yang rusak. 

Secara global, terapi gen telah menunjukkan hasil positif dan mendapat persetujuan dari otoritas internasional seperti FDA.

Prof. Deby menekankan bahwa penguasaan teknologi ini bukan sekadar kemajuan industri medis, melainkan upaya menyelamatkan masa depan generasi Indonesia.

Baca juga: Bukan Faktor Genetik, Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama Kanker Usia Muda

“Pengembangan terapi gen ini adalah bagian dari upaya menyelamatkan masa depan generasi Indonesia, sekaligus menempatkan posisi Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya menjadi konsumen teknologi kesehatan global, tetapi bertransformasi menjadi pemimpin riset yang mampu berkontribusi bagi kesehatan masyarakat dunia.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved