8 dari 10 Orang Indonesia Optimis Kualitas Kesehatan Meningkat Iringi Kesejahteraan Ekonomi
8 dari 10 orang Indonesia menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi. Ini mengiringi tingkat kualitas kesehatan.
Ringkasan Berita:
- Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mendominasi di awal 2026 ini.
- Ini tercermin dalam temuan Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025.
- Hasil surveinya adalah lebih dari 8 dari 10 orang Indonesia menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dalam 12 bulan mendatang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki tahun 2026, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mendominasi.
Berbagai pihak, khususnya ekonom dan lembaga keuangan, yakin bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 4,9 persen sampai 5,3 persen pada tahun 2026, sedikit lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan 5 persen pada tahun 2025.
Baca juga: Perempuan Berperan Penting dalam Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Keyakinan ekonomi nasional ini tampaknya merembes ke tingkat individu.
Sejalan dengan pandangan tersebut, optimisme serupa tercermin dalam temuan Survei Health and Economic Empowerment Asia Pacific (APAC) 2025 yang dilakukan oleh Herbalife.
Perusahaan kesehatan dan kebugaran, komunitas, serta platform terkemuka ini mengungkap hasil survei jika lebih dari 8 dari 10 orang Indonesia atau delapan puluh satu persen (81 persen) responden di Indonesia menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dalam 12 bulan mendatang.
Untuk mendukung tujuan ekonomi tersebut, responden di Indonesia berencana melakukan tindakan seperti mengurangi pengeluaran untuk barang non-esensial (67 persen) dan memulai usaha (47 persen).
Keluarga (76 persen) dan tujuan pribadi (66 persen) menjadi pengaruh utama dalam keputusan yang berkontribusi pada pencapaian tujuan ekonomi.
Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa 86 persen responden di Indonesia menyatakan optimisme terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka dalam 12 bulan mendatang.
Selain itu, 58 persen orang Indonesia merasa diberdayakan untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.
Tindakan utama yang direncanakan dalam 12 bulan mendatang meliputi:
- Meluangkan lebih banyak waktu untuk olahraga (64 persen)
- Menghentikan kebiasaan tidak sehat (61 persen)
- Menyiapkan makanan yang lebih sehat (45 persen).
- Kemudian hambatan utama yang diidentifikasi adalah kurangnya disiplin (59 persen) dan kurangnya waktu (41 persen).
Oktrianto Wahyu Jatmiko, Director & General Manager of Herbalife Indonesia, menyatakan, “Survei ini menempatkan responden Indonesia sebagai salah satu negara di mana mayoritas (58 persen) menganggap pencapaian tujuan kesehatan relatif mudah, disertai tingkat keyakinan ekonomi yang lebih tinggi (48 persen) di wilayah APAC.
Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, yang mencerminkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan kesejahteraan.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-olahraga5.jpg)