Kamis, 21 Mei 2026

Masalah Utama Kesehatan di Daerah Menurut Menkes Bukan soal Fasilitas Medis

Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis dalam jumlah besar.

Tayang:
Istimewa
TENAGA MEDIS - Ilustrasi perawatan gigi dengan dokter gigi. Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis dalam jumlah besar. 
Ringkasan Berita:
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap masalah utama kesehatan di Indonesia.
  • Menkes menegaskan tantangan utama layanan kesehatan di daerah bukan lagi soal fasilitas.
  • Keberadaan dokter yang bersedia menetap dan mengabdi dalam jangka panjang masalahnya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis dalam jumlah besar.

Data Kementerian Kesehatan, Indonesia kekurangan sekitar 92.000 dokter umum, 129.000 dokter gigi, dan 51.000 dokter spesialis. Kondisi ini menjadi tantangan serius, terutama bagi daerah yang selama ini kesulitan mempertahankan tenaga dokter.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan tantangan utama layanan kesehatan di daerah bukan lagi soal fasilitas, melainkan keberadaan dokter yang bersedia menetap dan mengabdi dalam jangka panjang.

Baca juga: TNI AD Siagakan Pasukan untuk Dikirim Gaza, Fokus pada Tenaga Medis dan Zeni

Hal itu ia sampaikan saat meninjau pembangunan RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/3). Menurutnya, banyak daerah telah memiliki fasilitas rumah sakit yang memadai, namun masih kekurangan dokter, khususnya dokter spesialis.

“Yang susah itu dokternya,” ujarnya.

Budi menilai, salah satu solusi jangka panjang adalah memprioritaskan putra-putri daerah menjadi dokter.

Ia meyakini dokter yang berasal dari daerah setempat cenderung lebih bertahan dibanding mereka yang berasal dari luar wilayah.

“Kalau bukan asli daerah, bisa pulang ke Jawa atau ke daerahnya ketika ada kesempatan yang lebih baik,” katanya.

Selain itu, pentingnya status Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi dokter di daerah. Dengan status tersebut, dokter diharapkan memiliki komitmen lebih kuat terhadap penugasan pemerintah daerah.

Menyoal soal pengembangan pendidikan dokter spesialis di daerah.

Saat ini Budi menyebut, Kementerian Kesehatan akan memperbanyak pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit daerah. Rumah sakit umum daerah (RSUD) diharapkan bisa menjadi rumah sakit pendidikan agar dokter umum dapat lebih cepat melanjutkan pendidikan menjadi spesialis.

“Kalau rumah sakit pendidikan spesialisnya di bawah saya, itu saya akan pastikan harus putra-putri asli daerah,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, semakin banyak dokter yang berkembang dan mengabdi di daerahnya sendiri — sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tanpa harus pergi jauh ke kota besar.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved