Pentingnya Deteksi Dini Penyebab Sesak Napas untuk Mencegah Komplikasi
Dokter Spesialis Paru, dr. Santi Rahayu Dewayanti, Sp.P, MM, FCCP, mengingatkan bahwa sesak napas tidak boleh dianggap remeh.
Banyak pasien datang terlambat karena menganggap gejala ringan.
Padahal, ada batas waktu penting untuk waspada.
“Apabila sudah 3 hari atau 5 hari ini masih berlangsung, gejalanya tidak ada perbaikan, sobat sehat mesti segera memeriksakan diri,” tegasnya.
Risiko Lebih Tinggi pada Kelompok Tertentu
Orang dengan kondisi berikut lebih rentan:
- Imunitas rendah
- Penyakit kronis
- Kebiasaan merokok
Bahkan, rokok dan vape sama-sama berbahaya bagi paru.
“Yang dihirup adalah tetap bahan kimia,” katanya.
Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini menjadi kunci utama.
Karena dalam banyak kasus, keterlambatan justru memperburuk kondisi.
Dan yang sering terjadi di masyarakat, merasa “tidak apa-apa”, padahal gejala terus berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-alami-gejala-sesak-napas.jpg)