Pentingnya Deteksi Dini Penyebab Sesak Napas untuk Mencegah Komplikasi
Dokter Spesialis Paru, dr. Santi Rahayu Dewayanti, Sp.P, MM, FCCP, mengingatkan bahwa sesak napas tidak boleh dianggap remeh.
Ringkasan Berita:
- Banyak orang menganggap sesak napas sebagai hal biasa, terutama saat lelah atau perubahan cuaca.
- Padahal, gejala ini bisa menjadi tanda awal penyakit serius.
- Dokter Spesialis Paru, dr. Santi Rahayu Dewayanti, Sp.P, MM, FCCP, mengingatkan bahwa sesak napas tidak boleh dianggap remeh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang menganggap sesak napas sebagai hal biasa, terutama saat lelah atau perubahan cuaca.
Padahal, gejala ini bisa menjadi tanda awal penyakit serius.
Baca juga: Pasien Sesak Napas Harus Ditangani Kurang 5 Menit, Ini Risiko Fatal Jika Terlambat
Dokter Spesialis Paru, dr. Santi Rahayu Dewayanti, Sp.P, MM, FCCP, mengingatkan bahwa sesak napas tidak boleh dianggap remeh.
“Sesak nafas, sekali lagi, jangan dianggap sepele ya,” tegasnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Radang Tenggorokan dan Sesak Napas Kerap Muncul? Pendekatan Alami Jadi Bagian Gaya Hidup Sehat
Sesak Napas Tidak Selalu Soal Paru
Meski sering dikaitkan dengan paru, sesak napas bisa disebabkan banyak hal.
Mulai dari:
“Sesak nafas itu banyak sebabnya,” jelasnya.
Dari Ringan Bisa Jadi Berat
Awalnya mungkin hanya batuk atau pilek.
Namun jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi kondisi serius seperti pneumonia.
“Kalau berat, biasanya perlu mendapat perawatan,” ujarnya.
Gejala yang perlu diwaspadai:
- Demam lebih dari 3 hari
- Batuk berdahak
- Sesak napas
- Tubuh lemas
Baca juga: Nasib Pria 52 Tahun di Riau Telan Paku Sepanjang 5 Centimeter, Alami Nyeri Dada hingga Sesak Napas
Jangan Tunggu Sampai Parah
Banyak pasien datang terlambat karena menganggap gejala ringan.
Padahal, ada batas waktu penting untuk waspada.
“Apabila sudah 3 hari atau 5 hari ini masih berlangsung, gejalanya tidak ada perbaikan, sobat sehat mesti segera memeriksakan diri,” tegasnya.
Risiko Lebih Tinggi pada Kelompok Tertentu
Orang dengan kondisi berikut lebih rentan:
- Imunitas rendah
- Penyakit kronis
- Kebiasaan merokok
Bahkan, rokok dan vape sama-sama berbahaya bagi paru.
“Yang dihirup adalah tetap bahan kimia,” katanya.
Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini menjadi kunci utama.
Karena dalam banyak kasus, keterlambatan justru memperburuk kondisi.
Dan yang sering terjadi di masyarakat, merasa “tidak apa-apa”, padahal gejala terus berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-alami-gejala-sesak-napas.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.