Hobi Padel Malah Bikin Siku Sakit? Ini 4 Penyebab Tersembunyi yang Jarang Disadari
Nyeri pada siku usai main padel kerap dianggap hanyalah kelelahan biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal padel elbow.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Nyeri pada siku usai main padel kerap dianggap hanyalah kelelahan biasa.
- Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal padel elbow.
- Penyebab cedera ini tidak hanya berasal dari intensitas bermain.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak pemain padel mengira nyeri pada siku hanyalah kelelahan biasa.
Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal padel elbow, cedera yang kini makin sering dialami seiring meningkatnya popularitas olahraga ini.
Menariknya, penyebab cedera ini tidak hanya berasal dari intensitas bermain, tetapi juga dari hal-hal yang sering luput diperhatikan: teknik dan alat yang digunakan.
Baca juga: Risiko Cedera saat Olahraga Padel bagi Pemula, Gejalanya Muncul Perlahan, Jarang Disadari
Menurut Konsultan Ortopedi Cedera Olahraga di Gatam Institute Eka Hospital MT Haryono dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc, Sp.OT, Subsp.CO (K), AIFO-K, ada sejumlah faktor utama yang memicu cedera ini, bahkan pada pemain yang baru mulai.
1. Getaran Raket yang “Lebih Keras”
Berbeda dengan tenis, raket padel memiliki permukaan padat tanpa senar. Hal ini membuat benturan bola menghasilkan getaran yang langsung diteruskan ke lengan.
“Karena tidak ada senar untuk menyerap benturan, getaran saat bola menghantam raket akan langsung tersalurkan ke pergelangan tangan hingga siku,"ungkap dr Aldo pada keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Getaran ini menjadi beban tambahan bagi tendon, terutama jika terjadi berulang kali.
2. Teknik Backhand yang Salah
Salah satu kesalahan paling umum adalah penggunaan pergelangan tangan secara berlebihan saat melakukan backhand.
Alih-alih menggunakan koordinasi tubuh, banyak pemain hanya mengandalkan kekuatan tangan.
Akibatnya, tekanan ekstrem terjadi di area siku bagian luar, yang menjadi titik utama terjadinya peradangan.
3. Terlalu Sering Bermain Tanpa Istirahat
Padel dikenal sebagai olahraga yang fun dan adiktif. Tidak sedikit pemain yang langsung bermain hampir setiap hari.
Padahal, tanpa jeda istirahat, otot dan tendon tidak memiliki waktu untuk pulih.
Kondisi ini membuat risiko cedera meningkat, terutama bagi pemula yang tubuhnya belum beradaptasi.
4. Salah Pilih Raket dan Grip
Faktor lain yang sering diabaikan adalah pemilihan alat.
Raket yang terlalu berat atau grip yang tidak sesuai ukuran tangan bisa memperbesar tekanan pada siku.
Solusi sederhana seperti menambahkan overgrip atau memilih material yang lebih empuk bisa membantu mengurangi risiko.
Cara Mengatasi Sebelum Terlambat
Ketika gejala mulai muncul, langkah penanganan tidak boleh ditunda.
Beberapa cara yang disarankan antara lain:
Menghentikan aktivitas sementara
Kompres es untuk meredakan peradangan
Melakukan fisioterapi dan peregangan
Mengevaluasi penggunaan raket
Dokter juga dapat memberikan obat antiinflamasi atau menyarankan penggunaan penyangga siku.
“Coba tambah overgrip agar ukuran pegangan lebih pas di tangan, atau beralih ke raket dengan material yang lebih empuk (soft EVA foam) yang lebih baik dalam meredam getaran,"papar dr Aldo.
Padel elbow bukan cedera yang muncul tiba-tiba, tetapi berkembang perlahan.
Karena itu, mengenali penyebab sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi memburuk.
Dengan teknik yang tepat, alat yang sesuai, dan waktu istirahat yang cukup, risiko cedera bisa diminimalkan tanpa harus berhenti menikmati olahraga ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Raket-padel-342.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.