Rabu, 22 April 2026

Cek Pola Makan, Kunci Hidup Sehat untuk Kurangi Risiko Penyakit Kronis

Pola makan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan penyakit kronis.

Shutterstock
Ilustrasi makanan berlemak dan sehat. Pola makan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan penyakit kronis. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pola makan masyarakat saat ini jadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan penyakit kronis.
  • Kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak dan garam berperan besar dalam meningkatkan risiko kolesterol dan hipertensi.

 

 

TRIBUNNEWS.COM -  Pola makan masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan penyakit kronis.

Menurut dr. Felix Juan Yu dari RS Panti Waluyo Surakarta, kebiasaan konsumsi makanan tinggi lemak dan garam berperan besar dalam meningkatkan risiko kolesterol dan hipertensi.

Baca juga: Pengemudi Kendaraan Umum Bakal Dapat Cek Kesehatan Gratis Selama Masa Mudik Lebaran 2026

Contoh makanan yang dapat memicu penyakit kronis adalah :

Makanan bersantan, gorengan, kerupuk, dan mentega : memicu kolesterol tinggi.

Makanan tinggi garam dan penyedap : meningkatkan tekanan darah.

“Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak seperti makanan bersantan, gorengan, kerupuk, hingga makanan dengan kandungan mentega tinggi berkontribusi pada peningkatan kolesterol. Selain itu, konsumsi makanan tinggi garam dan penyedap juga memicu naiknya tekanan darah,” jelasnya.

 

Gambaran Pola Makan Orang Indonesia 

Tanda-tanda dan cara menurunkan kolesterol tinggi
Tanda-tanda dan cara menurunkan kolesterol tinggi (Shutterstock)

Data nasional menunjukkan bahwa pola makan masyarakat Indonesia masih belum seimbang: skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi nasional tahun 2025 hanya mencapai sekitar 86 dari target 100 menunjukkan adanya rendahnya makanan sehat. 

Jika idealnya 100 menunjukkan konsumsi beragam dan bergizi seimbang, tidak di Indonesia. 

Di Indonesia sayangnya didominasi konsumsi: padi-padian (beras) masih mendominasi asupan energi.
Konsumsi rendah: sayur, buah, kacang-kacangan, dan protein hewani nabati.
Implikasi: ketidakseimbangan ini meningkatkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Dokter Felix Juan Yu menambahkan, penting bagi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, seperti mengatur pola makan, mengurangi konsumsi lemak jenuh dan garam, serta rutin berolahraga. 

Pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal setiap enam bulan hingga satu tahun sekali, juga disarankan untuk memantau kondisi tubuh secara menyeluruh.

Sayangnya indikator ini kerapkali terlewatkan dan baru disadari usai pemeriksaan kesehatan.

Meski sebenarnya saat ini ada kabar baik bahwa kesadaran akan pentingnya deteksi dini penyakit kronis semakin meningkat.

Seperti saat Cek Kesehatan Gratis yang diikuti lebih dari 1.000 warga Solo di Stadion Manahan pada Minggu (19/4/2026).

Pemeriksaan kesehatan yang diaggas Dharma Dexa PT Dexa Medica disambut antusiasme masyarakat, termasuk generasi muda,  Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol menjadi langkah awal yang krusial dalam menjaga kesehatan.

pola makan cek
Cek Kesehatan Gratis yang diikuti lebih dari 1.000 warga Solo di Stadion Manahan pada Minggu (19/4/2026) menujukkan potensi penyakit kronis.

Fakta Temuan Skrining

Hasil pemeriksaan menunjukkan angka yang patut diwaspadai:

35,6 persen peserta memiliki kadar kolesterol di atas 199 mg/dL

31,5 persen terdeteksi tekanan darah tinggi

7,5 persen memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 200 mg/dL

Data ini memperlihatkan jika semuanya berawal dari pola makan.

 

Edukasi dan Perubahan Gaya Hidup


District Sales Manager OGB Yogyakarta, Wintoro Nur, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemeriksaan gratis, tetapi juga sarana edukasi. 

Menariknya, kini semakin banyak anak muda yang ikut serta, menandakan tumbuhnya kesadaran kesehatan lintas generasi. 

Salah seorang peserta, Heppy mengaku merasa terbantu karena pelayanan ramah dan adanya konsultasi yang membuat keluarga lebih memahami kondisi kesehatan.

Lain lagi yang dialami Maulana yang awalnya cemas melihat hasil tensi tinggi, namun kini lebih termotivasi untuk rutin berolahraga dan menjaga pola makan.


“Awalnya deg-degan melihat hasilnya, ternyata tensi saya cukup tinggi. Dari sini saya jadi ingin lebih rutin berolahraga agar bisa menurunkannya,” katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved