Sabtu, 2 Mei 2026

Kutil di Area Kelamin, Berbahaya atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter

Tidak semua kutil atau benjolan di area kelamin bersifat berbahaya. Namun, hal tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis.

Tayang:
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Freepik
ILUSTRASI JENIS KELAMIN 
Ringkasan Berita:
  • Tidak semua kutil atau benjolan di area kelamin bersifat berbahaya. Namun, hal tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis
  • Kutil di area kelamin bisa muncul tanpa rasa nyeri, panas, atau keluhan lain. Akibatnya, banyak orang tua menganggapnya sebagai kondisi biasa.
  • Padahal, tanpa pemeriksaan, sulit memastikan apakah itu hanya pertumbuhan ringan atau tanda infeksi tertentu

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Munculnya kutil atau benjolan kecil di area kelamin sering dianggap sepele oleh sebagian orang tua.

Padahal, kondisi ini tidak boleh diabaikan, terutama jika terjadi pada anak.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E, Subsp. Ven, FINSDV, FAADV, menegaskan bahwa setiap kelainan di area kelamin harus diwaspadai sejak awal.

“Jadi kalau misalnya kita ketemu ada suatu kelainan di area kelamin kita atau kelamin anak kita ya harus kita waspandai,” ujarnya pada kelas jurnalis yang diselenggarakan di Park Hyatt Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026). 

Menurut dr. Hanny, tidak semua kutil atau benjolan di area kelamin bersifat berbahaya. Namun, hal tersebut hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis.

Salah satu penyebab yang sering ditemukan adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), khususnya tipe risiko rendah.

“Kalau misalnya diagnosisnya itu adalah kutir anogenital atau genital warts itu biasanya disebarkan karena infeksi human papilloma virus tipe-tipe yang risiko rendah,” jelasnya.

Tipe HPV seperti 6 dan 11 termasuk kategori risiko rendah, tetapi tetap memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat.

Gejalanya Bisa Tidak Terasa, Ini yang Sering Menipu

Yang membuat kondisi ini berbahaya adalah gejalanya yang sering tidak terasa.

Kutil di area kelamin bisa muncul tanpa rasa nyeri, panas, atau keluhan lain. Akibatnya, banyak orang tua menganggapnya sebagai kondisi biasa.

Padahal, tanpa pemeriksaan, sulit memastikan apakah itu hanya pertumbuhan ringan atau tanda infeksi tertentu.

Meski kadang tanpa gejala, ada beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian serius.

Jika benjolan semakin besar, terasa nyeri, mudah berdarah, atau mengalami perubahan bentuk dan warna, orang tua tidak boleh menunda pemeriksaan.

“Kalau ada yang tidak normal atau tidak seru biasanya segera bawa ke dokter, jangan diobati sendirian,” tegas dr. Hanny.

Jangan Asal Obati, Risiko Bisa Lebih Besar

Di tengah maraknya informasi di media sosial atau grup percakapan, tidak sedikit orang mencoba mengobati sendiri dengan bahan alami.

Padahal, langkah ini justru bisa memperparah kondisi jika tidak sesuai dengan penyebabnya.

Penggunaan bahan sembarangan tanpa diagnosis yang jelas berisiko menimbulkan iritasi atau memperburuk infeksi.

Dr. Hanny juga mengingatkan bahwa tidak semua benjolan kecil di area kelamin adalah kutil akibat HPV.

Ada perbedaan antara kutil yang khas dengan benjolan lain.

“Kalau benjolan kecil di area kelamin, itu belum tentu Human Papillomavirus (HPV),” jelasnya.

Kutil biasanya berbentuk tonjolan di permukaan kulit dengan warna menyerupai kulit dan tekstur tertentu. Sementara benjolan dengan kemerahan, bengkak, atau perubahan warna bisa jadi memiliki penyebab lain.

Diagnosis Tepat Hanya Bisa dari Dokter

Karena bentuknya bisa mirip, diagnosis tidak bisa dilakukan sendiri.

Pemeriksaan langsung oleh tenaga medis menjadi satu-satunya cara untuk memastikan kondisi tersebut.

Dengan diagnosis yang tepat, penanganan juga bisa dilakukan sesuai penyebabnya. Kesehatan area kelamin anak sering kali luput dari perhatian karena dianggap sensitif atau tabu.

Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Orang tua diharapkan lebih peka terhadap perubahan sekecil apa pun pada tubuh anak, termasuk di area yang jarang terlihat.

Kutil atau benjolan di area kelamin memang tidak selalu berbahaya. Namun, mengabaikannya justru bisa berisiko.

Langkah paling aman adalah segera memeriksakan ke dokter ketika menemukan kelainan. Dengan begitu, kondisi anak bisa ditangani lebih cepat, tepat, dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar di kemudian hari.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)


 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved