Wabah Hantavirus
WHO Buka Suara soal Wabah Virus Hanta di Kapal Pesiar, Bahayakah?
WHO nilai risiko klaster virus hanta di kapal pesiar MV Hondius masih rendah meski 8 orang terinfeksi dan 3 meninggal.
Selain itu, WHO juga mengirimkan 2.500 alat diagnostik dari Argentina ke laboratorium di lima negara guna memperkuat kapasitas pemeriksaan virus hanta.
Organisasi kesehatan dunia tersebut juga sedang menyusun panduan operasional terkait proses penurunan penumpang dan perjalanan lanjutan agar tetap aman.
Jadi Sorotan Karena Libatkan Perjalanan Internasional
Kasus di MV Hondius menjadi perhatian dunia karena melibatkan perjalanan lintas negara dengan penumpang dari berbagai wilayah.
WHO menilai peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman penyakit menular lintas batas.
“Peristiwa ini menunjukkan mengapa IHR ada, menunjukkan pentingnya kerja sama dan solidaritas global dalam menanggapi ancaman kesehatan yang tidak mengenal batas negara,” jelas WHO.
Meski risiko global dinilai rendah, WHO mengingatkan kemungkinan tambahan kasus masih dapat terjadi karena masa inkubasi virus yang cukup panjang.
“Dengan mempertimbangkan masa inkubasi, ada kemungkinan lebih banyak kasus yang akan dilaporkan,” ujar Tedros.
Penularan Hanta Umumnya dari Hewan Pengerat
Virus hanta umumnya ditularkan melalui paparan tikus atau hewan pengerat yang membawa virus.
Penularan antar manusia tergolong sangat jarang dan sejauh ini hanya dikaitkan dengan virus Andes.
WHO menegaskan fokus utama saat ini adalah pelacakan kontak erat, pemeriksaan kesehatan, dan penguatan kapasitas laboratorium untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular tetap dapat muncul di tengah tingginya mobilitas global.