Bukan Sekadar Estetika, Kondisi Kelopak Mata Anak Bisa Ancam Fungsi Penglihatan
Kelopak mata anak turun sebelah atau tak simetris sering dianggap bawaan lahir yang membaik sendirinya. Padahal jika dibiarkan penglihatan terganggu.
Ringkasan Berita:
- Kelopak mata anak yang tidak simetris bisa mengganggu penglihatan. Jika menutupi pupil, hal ini berisiko menyebabkan mata malas (amblyopia).
- Gangguan kelopak mata pada anak dapat memicu mata silinder akibat tekanan pada kornea dan berdampak buruk pada kesehatan mental akibat risiko bullying.
- Orang tua harus waspada jika anak sering mendongak atau memiringkan kepala. Deteksi dini sangat penting agar fungsi saraf mata berkembang maksimal.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelopak mata anak terlihat turun sebelah atau tidak simetris sering dianggap hanya bawaan lahir yang akan membaik sendiri.
Padahal, pada sebagian anak, kondisi ini bisa mengganggu perkembangan penglihatan bila dibiarkan terlalu lama.
Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M mengatakan, gangguan kelopak mata sebenarnya sudah bisa muncul sejak bayi, hanya sering tidak disadari orang tua.
Kenapa Baru Ketahuan Saat Anak Besar?
Menurut dr. Tri, kebanyakan kasus baru terlihat saat anak memasuki usia dua sampai tiga tahun.
Baca juga: Mitos Kelopak Mata Turun, Ini Alasan Tidak Semua Kondisi Perlu Dioperasi
"Dari bayi itu sudah ada sebenarnya tapi karena bayi itu jarang menyimlek dari lahir. Tapi baru nanti menjelang usia 2-3 tahun ketika dia sudah mulai tumbuh, kembang, tengkoraknya mulai sedikit lebih besar baru kelihatan banget ini si kelopak matanya gak simetris," katanya pada media briefing di Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Pada fase ini, wajah anak mulai berkembang sehingga perbedaan posisi kelopak mata semakin terlihat jelas.
Tanda Bahaya yang Harus Diperhatikan Orang Tua
Yang perlu diperhatikan bukan hanya soal simetris atau tidak. Bahaya muncul ketika kelopak mulai menutupi jalur penglihatan.
Tanda yang perlu diwaspadai:
- Hitam mata hanya terlihat sebagian
- Kelopak menutupi pupil
- Anak sering mendongak saat melihat
- Kepala sering dimiringkan
- Mata tampak berbeda jauh kanan dan kiri
Jika area visual axis atau jalur penglihatan tertutup, perkembangan penglihatan dapat terganggu.
Bisa Sebabkan Mata Malas dan Silinder
Gangguan kelopak mata yang dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi.
"Efek jangka panjangnya adalah ketika dibiarkan pada usia anak tentunya fungsi saraf matanya tidak akan berkembang secara maksimal yang sering disebut dengan amblyopia atau mata malas," jelas dr. Tri.
Selain amblyopia, tekanan kelopak pada kornea juga dapat memicu gangguan refraksi. Akibat tekanan terus menerus, bentuk kornea berubah sehingga anak dapat mengalami silinder.
Masalah kelopak mata ternyata juga dapat memengaruhi psikologis anak. Dokter Tri mengaku tidak sedikit menemukan anak yang mengalami tekanan sosial karena kondisi ini.
"Yang ditakutkan adalah kasus bullying karena saya juga gak sedikit dapat kasus anak-anak yang dibully karena kelopak matanya gak simetris," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-bermain-ponsel1.jpg)