Mr P Bengkok Bikin Pria Sulit Punya Anak? Dokter Jelaskan Hubungan Bentuk Penis, Ereksi & Kehamilan
Bentuk penis yang tak normal salah satu kekhawatiran pria. Apakah kondisi tersebut bisa membuat sulit memiliki anak?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Bentuk penis yang tak normal salah satu kekhawatiran pria.
- Sering muncul pertanyaan adalah apakah kondisi tersebut bisa membuat sulit memiliki anak.
- Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS, menjelaskan bahwa bentuk penis dan kemampuan memiliki anak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketika seorang pria memiliki penis yang bengkok, salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah apakah kondisi tersebut bisa membuat sulit memiliki anak.
Pertanyaan ini banyak muncul terutama saat pria mulai memikirkan pernikahan dan rencana memiliki keturunan.
Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS, menjelaskan bahwa bentuk penis dan kemampuan memiliki anak merupakan dua hal yang saling berkaitan, tetapi bukan hal yang sama.
“Ereksi dan hamil itu sebenarnya dua hal yang berbeda, tapi berhubungan,"ungkapnya pada media briefing di Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, seorang pria dengan masalah ereksi sekalipun tidak selalu berarti tidak bisa memiliki keturunan.
“Apakah pria yang tidak bisa ereksi, tidak bisa punya anak? Enggak juga. Karena ada yang namanya IVF, In Vitro Fertilization, bayi tabung,"imbuhnya.
Bayi tabung menjadi salah satu contoh bahwa proses mendapatkan kehamilan tidak selalu bergantung pada penetrasi saat hubungan seksual.
“Bayi tabung itu kan enggak perlu penetrasi,"imbuhnya.
Namun, pada kondisi penis bengkok tertentu, hambatan bisa muncul bukan karena bentuknya secara langsung, melainkan dampaknya terhadap hubungan seksual.
“Tapi pada saat dia berhubungan, menggunakan penisnya yang bengkok ini, bisa nyeri,"lanjutnya.
Rasa nyeri tersebut kemudian dapat membuat hubungan seksual menjadi sulit dilakukan.
“Kalau nyeri, biasanya kan jadi enggak berhubungan atau sulit berhubungannya, ya susah mencapai kehamilan,"sambungnya.
Yang Perlu Diperhatikan Adalah Fungsi, Bukan Sekadar Bentuk
Dr. Dyandra menjelaskan, penis yang memiliki sedikit kemiringan belum tentu menjadi masalah.
Hal yang lebih penting adalah apakah kondisi tersebut menimbulkan gangguan, seperti nyeri saat ereksi atau hambatan saat berhubungan.
Pada kondisi seperti Peyronie maupun hipospadia, pemeriksaan diperlukan untuk menentukan langkah yang tepat.
Penyakit Peyronie sendiri merupakan kondisi medis di mana terbentuknya jaringan parut (plak) di dalam batang penis.
Sehingga, dapat menyebabkan penis menjadi bengkok, nyeri, atau memendek saat ereksi.
Menurutnya, jika sudah diketahui sebagai kelainan anatomi, kondisi tersebut masih dapat dikoreksi.
Ia menambahkan bahwa tindakan medis dapat dilakukan sesuai kondisi pasien.
Bagi anak yang mengalami kondisi seperti hipospadia, deteksi lebih awal menjadi penting.
Hipospadia adalah kelainan bawaan lahir pada bayi laki-laki. Di mana lubang saluran kencing (uretra) tidak berada di ujung kepala penis, melainkan di bagian bawahnya
“Kasian kalau yang anaknya Hippospadia, dia enggak diketahui, sampai dewasanya (biasanya) gitu,"lanjutnya
Sebab, penanganan sejak kecil biasanya memiliki pertimbangan tersendiri dibandingkan saat sudah dewasa.
“Jadi sayang, kasihan. Tapi prinsipnya, kalau masalah nyata anatomi dependensi itu harusnya bisa dikoreksi, bisa dioperasi.”
Dengan pemeriksaan yang tepat, pria dengan penis bengkok tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa dirinya pasti mengalami gangguan kesuburan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pisang-ambon-ilustrasi-pamer-alat-vital.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.