Raih WTP ke-10 Beruntun, Agustina Pastikan APBD Semarang Kembali untuk Warga
WTP ke-10 menjadi bukti tata kelola keuangan yang baik sekaligus komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Raihan tersebut menjadi yang ke-10 kali secara berturut-turut dan mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, opini WTP bukan sekadar penghargaan atas tertib administrasi keuangan. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti keseriusan Pemkot Semarang dalam menjaga amanah masyarakat dengan memastikan setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dikelola secara hati-hati, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
"Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemkot Semarang, DPRD, dan berbagai pihak yang terus mengawal jalannya pemerintahan. Namun, bagi saya, yang paling penting bukan sekadar mendapatkan WTP, melainkan memastikan bahwa uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang dirasakan manfaatnya," ujar Agustina dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Jumat (12/6/2026).
Agustina menambahkan, pengelolaan keuangan daerah harus dipahami sebagai instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sepanjang 2025 Pemkot Semarang mengarahkan anggaran pada berbagai program prioritas yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Baca juga: Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional untuk Solusi Ketahanan Pangan
Program itu mencakup pembangunan jalan dan drainase, penanganan banjir, peningkatan kualitas permukiman, penguatan layanan kesehatan dan pendidikan, pengembangan ekonomi kerakyatan, hingga berbagai program perlindungan sosial.
Menurut Agustina, keberhasilan tata kelola keuangan tidak dapat diukur dari tebalnya laporan ataupun banyaknya penghargaan yang diterima pemerintah. Ukuran yang sesungguhnya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Warga ingin melihat jalan yang lebih baik, lingkungan yang lebih nyaman, pelayanan yang semakin cepat, serta kesempatan ekonomi yang semakin terbuka. Karena itu, saya selalu menekankan bahwa setiap rupiah APBD harus bekerja untuk rakyat dan hasilnya harus bisa dirasakan masyarakat," terangnya.
Lebih lanjut, Agustina menilai, pengelolaan keuangan yang sehat merupakan fondasi penting bagi pembangunan Kota Semarang. Dengan tata kelola yang baik, pemerintah memiliki kemampuan fiskal yang lebih kuat untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan kota.
Meski kembali meraih opini WTP, Agustina mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan anggaran agar semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Baca juga: Wali Kota Agustina Resmi Luncurkan LOFF 2026, Dorong Semarang Jadi Pusat Sinema Dunia
"Saya ingin budaya pengelolaan keuangan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab terus menjadi nafas pemerintahan di Kota Semarang. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja yang nyata dan pengelolaan anggaran yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga," katanya.
Raihan opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025 sekaligus memperkuat komitmen Pemkot Semarang di bawah kepemimpinan Agustina Wilujeng untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan.
Pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah tidak hanya tecermin dalam laporan yang baik, tetapi juga pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat Kota Semarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/WTP-KE-10.jpg)