Breaking News:

Bupati Kepulauan Morotai Apresiasi Program Tol Laut Dalam Mengurangi Disparitas Harga di Wilayahnya

Bupati Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, Benny Laos menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas program Tol Laut.

dok. Kemenhub
Foto bersama dalam webinar bertema ‘Transportasi untuk Merajut Keberagaman’ yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (24/8). 

TRIBUNNEWS.COM - Bupati Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, Benny Laos yang sekaligus mewakili masyarakat di Pulau Morotai menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas program-program yang dijalankan oleh Pemerintah salah satunya adalah Tol Laut.

“Saya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo, kepada Kementerian Perhubungan khususnya Pak Menhub dan Pak Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian BUMN melalui PT. Pelni, Kementerian Perdagangan yang telah menjalankan program dan visi besar Bapak Presiden dalam Nawa Cita-nya,” ujar Benny saat menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (24/8).

Menurutnya, Indonesia dalam usianya yang telah menginjak 75 tahun kemerdekaan, di 3 (tiga) tahun terakhir program Tol Laut telah menunjukan hasil nyatanya. Ia menyebutkan bahwa dirinya dan masyarakat Pulau Morotai telah merasakan arti daripada Kemerdekaan itu.

“Dalam pelaksanaan ini betul-betul kami merasakan betul semua kebijakan-kebijakan telah berjalan, sehingga dampak yang terjadi melalui proses Tol Laut ini dari tahun ke tahun kurang lebih 3 tahun ini telah melahirkan banyak dampak yang positif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Benny mengatakan bahwa Tol Laut telah menjadi urat nadi untuk pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana diketahui bersama, jika pertumbuhan ekonomi berjalan dengan positif akan menurunkan pengangguran dan kemiskinan.

Tol Laut juga telah menjadi konektivitas jembatan barang. “Dulu Morotai barangnya dari Bitung, sekarang kita telah langsung dari Surabaya ke Morotai. Sebelum ada Tol Laut, kita menggunakan kapal container dia turun ke Ternate sampai ke Morotai dengan total biaya 40 juta. Dengan hadir Tol Laut secara otomatis menghasilkan penurunan harga barang,” ungkap Benny.

Namun, menurutnya penurunan harga barang yang terjadi di Pulau Morotai kurang lebih baru sekitar 5-15%. “Contoh, kalau besi beton dulunya 90rb sekarang kurang lebih 75rb. Gula, secara partai dulu 14rb sekarang 12rb, Beras dulu 12rb sekarang 11.500, minyak goreng 12.500 turun menjadi 12.000. Kenapa minyak goreng tidak terlalu signifikan karena kita mengambil dari pabriknya yang ada di Bitung,” tutur Benny.

“Dalam posisi menurunkan harga barang ini sangat membantu masyarakat secara umum,” tambahnya.

Morotai juga telah mampu mengirimkan produk-produk lokal ke Surabaya diantaranya hasil perikanan dan hasil perkebunan.

“Kalau sebelum ada Tol Laut, harga ikan tuna 25rb/kg dikirim ke Bitung dengan kapasitas yang terbatas dan investornya belum ada. Tetapi sejak kehadiran Tol Laut dengan dukungan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, harga ikan melonjak menjadi 37-38rb/kg,” ujar Benny.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved