Breaking News:

Usaha Mikro di Subang Rasakan Manfaat Banpres Produktif

Ayum bercerita, dulu, kalau butuh modal usaha, dirinya selalu meminjam ke Bank keliling atau di Subang terkenal dengan nama Bank Emok.

Istimewa
Usaha Mikro di Subang Rasakan Manfaat Banpres Produktif. 

TRIBUNNEWS.COM - Pelaku usaha mikro di Kabupaten Subang, Jawa Barat, benar-benar merasakan manfaat dari Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta untuk kelangsungan usahanya.

Ayum, misalnya. Perempuan berusia 60 tahun ini sejak 2003 membuka usaha warung nasi timbel. "Bagi saya, Banpres Produktif sangat bermanfaat, dan digunakan sebagai modal untuk memulai usaha kembali," kata Ayum.

Ayum mengaku, penjualan sehari-hari tetap stabil sampai saat ini, karena tempat berjualannya di sekitar area kantor Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian, Kabupaten Subang, yang cukup ramai. "Sekarang dapat hasil dari jualan banyak sekali," ucap Ayum.

Ayum bercerita, dulu, kalau butuh modal usaha, dirinya selalu meminjam ke Bank keliling atau di Subang terkenal dengan nama Bank Emok. "Jadi, untuk dagangan besok, saya pinjem dulu ke bank emok. Selesai jualan, baru saya bayar. Begitu terus setiap hari," ujar Ayum.

Namun, sejak mendapatkan dana BPUM, Ayum tidak pernah lagi meminjam lagi ke Bank Emok. Manfaat lainnya, dana tersebut juga dijadikan modal usaha untuk makanan kering dan buah di warung nasi timbelnya.

"Awalnya, saya hanya berjualan sedikit. Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan BPUM, warung saya jadi banyak variasi jualannya. Seperti gorengan, buah-buahan, makanan ringan," jelas Ayum.

Ayum menjelaskan, proses pengajuan BPUM pertama kali pada Agustus 2020. Dua bulan kemudian baru mendapatkan SMS notifikasi dan proses pencairan di Bank BRI berlangsung satu hari. "Langsung masuk ke rekening saya, dan tidak mengalami kendala sama sekali," kata Ayum.

Ayum mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas, khususnya Presiden Jokowi. "Sangat-sangat membantu, sehingga saya mendapatkan bantuan UMKM," kata Ayum.

Selain Ayum, Asep Saepudin (41 tahun) juga merasakan manfaat dari BPUM untuk kelangsungan usahanya. Usaha Asep adalah warung kopi dan makanan seblak

"Setelah mandapat dana BPUM, saya bisa kembali berjualan kembali. Tadinya, selama pandemi saya bergantian jualan dengan istri. Istri jaga warung kopi, sedangkan saya ikut proyek dan jualan keliling," papar Asep.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved