Breaking News:

Jelang Akhir Tahun, Ormas MKGR Sampaikan 7 Poin Penting

Setelah mencermati berbagai pandangan, aspirasi dan pikiran, Ormas MKGR menyampaikan Pernyataan Akhir Tahunnya

Eko/Man (dpr.go.id)
Ketua Umum Ormas MKGR sekaligus Wakil Ketua Komisi III Adies Kadir saat rapat dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam satu tahun ini perkembangan dan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia sangat beragam. Akan tetapi, peristiwa yang paling menyita perhatian adalah pandemi Covid-19.

Pandemi telah banyak mengubah perilaku, gaya hidup dan kebijakan-kebijakan publik pada era New Normal ini. Setelah mencermati berbagai pandangan, aspirasi dan pikiran, Ormas MKGR menyampaikan Pernyataan Akhir Tahun sebagai berikut:

Pertama sebagai bangsa yang menjadikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bertanah air, Ormas MKGR terus mendorong kehidupan berbangsa yang didasarkan pada kemajemukan, inklusifitas, kebersamaan, harmoni serta prinsip nilai-nilai kemanusiaan.

“Ormas MKGR menilai perlunya ketegasan pemerintah untuk menindak kelompok-kelompok intoleran dan radikal yang menimbulkan gejolak dan mengganggu keutuhan NKRI tanpa berhenti untuk menyerukan tentang konsep berbangsa dan bernegara yang telah final,” kata Adies Kadir, Ketua Umum Ormas MKGR.

Selain itu Ormas MKGR juga mendorong agar sosialisasi terhadap nilai-nilai kebangsaan dilakukan secara inovatif berbasis teknologi informasi serta dilakukan lebih masif.

Kedua Ormas MKGR mengapresiasi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 yang dilaksanakan di tengah pandemi dan telah berlangsung dengan baik, sukses dan demokratis.

“Sekaligus apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas pencapaian Partai Golkar yang telah memenangi Pilkada sebanyak 61 persen,” tambah Adies Kadir yang juga anggota Fraksi DPR dari Partai Golkar.

Menurutnya prestasi Ini tidak terlepas dari kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar Ketua Umum Airlangga Hartarto serta politik tanpa mahar yang menjadi kebijakan Partai Golkar.

Ketiga, Pelambatan ekonomi akibat wabah Covid-19 telah mengakibatkan peningkatan pengangguran dan angka kemiskinan. Ormas MKRG mendesak pemerintah untuk meningkatkan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan memberdayakan UMKM dan Sektor Pertanian.

“Sektor UMKM mesti ditingkatkan pada akses permodalan dan digitalisasi akan berdampak luas terhadap roda perekonomian. Sedangkan pada sektor pertanian yang tumbuh positif hingga 16,4 persen selama pandemi perlu didorong dengan program pertanian berkelanjutan dan terintegrasi,” tambah Adies Kadir.

Halaman
123
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved