Breaking News:

Pangkalan PLP Bitung Beberkan Strategi Jaga Wilayah Perairan Indonesia Bagian Utara

Kami punya fasilitas yang cukup memadai, ada enam kapal patroli, termasuk satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB)

TRIBUNNEWS.COM - Dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran di Wilayah Indonesia Bagian Utara, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Bitung menetapkan 5 (lima) peta wilayah kerawanan.

Plt. Kepala Pangkalan PLP Kelas II Bitung Sabar Maima Hasugian mengungkapkan bahwa Pangkalan PLP mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penjagaan, penyelamatan pengamanan dan penertiban serta penegakan peraturan di bidang pelayaran di perairan laut dan pantai.

“Guna menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim, kami telah menetapkan 5 (lima) peta wilayah kerawanan yang ada di wilayah kerja Pangkalan PLP Kelas II Bitung,” ujar Sabar di kantor Pangkalan PLP Kelas II Bitung Sulawesi Utara, Rabu (24/2).

Adapun kelima peta wilayah kerawanan tersebut, antara lain peta wilayah kerawanan keselamatan pelayaran, peta wilayah kerawanan bahan peledak, peta wilayah kerawanan pencurian ikan (illegal fishing), peta wilayah kerawanan daerah wisata laut, dan peta wilayah kerawanan kriminal.

Lebih lanjut, Sabar menjelaskan untuk peta wilayah kerawanan keselamatan pelayaran meliputi kapal hanyut, kapal kandas, tabrakan, kebakaran, tenggelam diantaranya di Selat Makasar (Balikpapan, Samarinda, Bontang, Sengata dan sekitarnya), Perairan Telok Tumini (Kepulauan Togian, Kepulauan Sula), Perairan Pulau Mayu dan sekitarnya, Perairan Kepulauan Talaut (Kepulauan Nusa, Pulau Karakelong, Selat Winui, Selat Auri, Selat Yapen dan sekitarnya.

Kemudian, lanjut Dia, peta wilayah kerawanan bahan peledak meliputi perusakan biota laut dan terumbu karang diantaranya di Perairan Manado, Perairan Amurang, Perairan selat Lembeh dan sekitarnya, serta Perairan Pulau Mayu hingga sampai Ternate dan sekitarnya.

Untuk peta wilayah kerawanan pencurian ikan (illegal fishing) diantaranya di perairan kepulauan Talaud, Kepulauan Nusa, Perairan Pulau Waigeo (Kepulauan Agi, Pulau Uraine, Pulau Sani dan sekitarnya), dan Pulau Mayau.

Sedangkan untuk peta wilayah kerawanan daerah wisata laut meliputi biota laut dan terumbu karang diantaranya di Perairan Teluk Manado, Perairan Teluk Amurang, Perairan Pulau Mathehage.

Terakhir, peta wilayah kerawanan kriminal meliputi penyelundupan, perampokan, terorisme, serta imigran ilegal diantaranya di Perbatasan Philipina dan Indonesia (Laut Mindanau dan sekitarnya), Perairan Kepulauan Talaud (Pulau Nanusa, Pulau Karakelong, Pulau Kawio, Pulau Toade dan sekitarnya) dan sekitar perbatasan melintang hingga sekitar Pulau Morotai.

Berkaitan dengan hal tersebut, Plt. Kepala Pangkalan PLP Kelas II Bitung menjelaskan bahwa kelima peta kerawanan tersebut ditetapkan berdasarkan batas-batas wilayah kerja Pangkalan PLP Kelas II Bitung Sulawesi Utara meliputi Wilayah seluruh perairan Provinsi Sulawesi Utara – Sulawesi Tengah – Provinsi Kalimantan Timur dan Bagian Timur Sulawesi Tenggara dengan dibatasi oleh garis-garis lurus yang ditarik antara titik-titik dengan kordinat-kordinatnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved