Breaking News:

Dirjen Hubla: Aktivitas Pelayaran Berjalan Aman, Lancar dan Terkendali

Penutupan dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh UPT dan seluruh instansi terkait pada Senin, 31 Mei 2021.

dok. Kemenhub
Penutupan Pos Koordinasi (Posko) Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Idul Fitri Tahun 2021 (1442 Hijriah) yang dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh UPT dan seluruh instansi terkait, Senin (31/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara resmi melakukan penutupan Pos Koordinasi (Posko) Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Idul Fitri Tahun 2021 (1442 Hijriah). Penutupan dilakukan secara virtual dan dihadiri oleh UPT dan seluruh instansi terkait pada Senin, 31 Mei 2021.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas terselenggaranya Posko Pengendalian Transportasi Laut yang dilakukan selama 32 hari yang dimulai pada tanggal 28 April (H-15) s.d. 29 Mei 2021 (H+15).

"Kepada seluruh unsur yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan Pos Koordinasi (Posko) Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Idul Fitri Tahun Baru 2021 (1442 Hijriah), khususnya yang terkait dengan Posko Terpadu Tingkat Nasional ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya," kata Dirjen Agus.

Dirjen Agus menjelaskan bahwa pelaksanaan Pos Koordinasi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana Indonesia masih dihadapkan pada kondisi pandemi Covid-19 yang membuat ruang gerak menjadi terbatas.

"Namun, kita tetap dapat melakukan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021 (1442 Hijriah) dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan," kata Dirjen Agus.

Dirjen Agus mengungkapkan secara umum pelaksanaan Pengendalian Transportasi Laut Selama Masa Idul Fitri Tahun Baru 2021 (1442 Hijriah) terpantau berjalan secara aman, lancar, dan terkendali.

Dirjen Agus mengatakan bahwa hal ini merupakan kerja keras bersama oleh segenap unsur Kementerian Perhubungan, Kepolisian RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kesehatan, Basarnas, KNKT, BMKG, Dinas Perhubungan Provinsi/Kabupaten/Kota, BUMN sektor transportasi, PT. Jasa Marga, PT. Jasa Raharja, serta organisasi kemasyarakatan lainnya yang telah berkontribusi.

"Mereka semua selama 32 hari itu bekerja 24 jam penuh secara terus-menerus dan berkesinambungan serta adanya komunikasi yang tidak pernah berhenti antara pimpinan pusat dan UPT di daerah. Dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah seluruh aktivitas ini dibarengi dengan kerja teman-teman pers yang selalu meliput dari waktu ke waktu," ujar Dirjen Agus.

Kendati demikian, Dirjen Agus mengingatkan meskipun posko telah ditutup namun pengawasan terutama dalam hak keselamatan dan keamanan perlu terus dilakukan dan ditingkatkan.

"Kita tidak boleh berpuas diri dan lengah menghadapi situasi yang berkembang dan dinamis yang memaksa kita harus tetap waspada dan meningkatkan koordinasi untuk tetap memberikan pelayanan dan menjamin kegiatan transportasi laut tetap berjalan secara aman ditengah pandemi Covid-19 yang masih mengancam kita," tegasnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved