Minggu, 3 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Mentransformasi Transmigrasi, Memanusiakan Pembangunan: Undip Bermanfaat untuk Indonesia Maju

Program Ekspedisi patriot yang di gagas Kementerian Transmigrasi di tahun 2025, Undip mengirimkan 285 dosen, alumni, dan mahasiswa.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Content Writer
Istimewa
DISKUSI DENGAN MASYARAKAT - Seiring dengan pelaksanaan Program Ekspedisi patriot yang di gagas Kementerian Transmigrasi di tahun 2025, Undip mengirimkan 285 dosen, alumni, dan mahasiswa yang terbagi ke dalam 57 tim tersebar di 13 Provinsi dan 35 Kabupaten, bersama dengan enam mitra perguruan tinggi lainnya. 

Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., M.P.S.

  • PIC Program Transmigrasi Patriot – Universitas Diponegoro

Seiring dengan pelaksanaan Program Ekspedisi patriot yang di gagas Kementerian Transmigrasi di tahun 2025, Undip mengirimkan 285 dosen, alumni, dan mahasiswa yang terbagi ke dalam 57 tim tersebar di 13 Provinsi dan 35 Kabupaten, bersama dengan enam mitra perguruan tinggi lainnya. 

Adalah sebuh kesempatan yang sangat baik untuk Undip mengambil peran strategis mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi sejalan dengan jargon yang di usung saat ini, Undip Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat luas. Setiap tim yang terdiri dari 4 orang anggota dan 1 orang ketua tinggal di kawasan Transmigrasi bersama masyarakat selama kurang lebih 3-4 bulan untuk lebih memahami situasi lokal dan menghasilkan kajian akademis yang lebih sesuai dengan kebutuhan. 

Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi dilakasanakan untuk mengakselerasi pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Terintegrasi (KET) berbasis SDM unggul guna mendorong pengembangan komoditas yang produktif, inklusif, dan berkemandirian secara ekonomi.

Hal ini sejalan dengan amanah untuk mencapai “Perkotaan dan Perdesaan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi” dalam UU 59/2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT).

Undip memahami Program ini bukan hanya ‘sekedar’ pemenuhan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi berkomitmen untuk dapat mengambil peran secara langsung bersama manyarakat dan pemangku kepentingan lokal menjadi bagian dari Gerakan Nasional untuk membangun Kawasan Transmigrasi sebagai Pilar Ekonomi Indonesia.

Program Transformasi Tranmigrasi yang saat ini di usung telah menggeser terminologi “transmigrasi” yang selama ini lebih dipahami sebagai program pemindahan penduduk dari Pulau Jawa yang sudah sangat padat ke luar Jawa menjadi program pengembangan yang lebih komprehensif fokus pada upaya penciptaan simpul ekonomi baru di wilayah perdesaan yang di topang dengan SDM yang berkualitas.

Tim Ekspedisi Patriot sebagai Enabler Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) termasuk tim TEP Undip tidak hanya menghasilkan kajian akademis yang lebih valid karena didasarkan pada data primer. Lebih dari pada itu, kehadiran tim secara langsung di lokasi secara menerus telah menghasilkan pemahaman yang lebih spesifik atas dinamika para pemangku kepentingan dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Pemahaman ini dapat secara efektif menjembatani komunikasi  khususnya instansi pemerintah dari berbagai sektor dan tingkatan yang selama ini cenderung bekerja sendiri-sendiri fokus pada kewenangan dan indikator kinerjanya masing-masing. Masyarakat pun dapat secara lebih terarah menyuarakan kebutuhan dan gagasan-gagasannya. Sesuai dengan visi Undip untuk dapat lebih menebarkan manfaat dari hasil kajian-kajiannya, tidak kurang dari tiga kali diskusi kelompok terarah (FGD – Focus Group Discussion) dilakukan selama Tim Undip berada di lokasi yang telah menghasilkan rekomendasi konkrit kepada pemerintah, dan beberapa diantaranya telah langsung diimplementasikan.

Tim Undip di Palolo – Sulawesi tengah misalnya telah sukses mendorong pemindahan bantuan alat kesehatan ke lokasi yang lebih sesuai dengan keinginan masyarakat. Di Ende – Nusa Tenggara Timur, Tim Undip secara khusus mengkomunikasikan kebutuhan perbaikan jalan kepada Bappeda Provinsi NTT dan kebutuhan ini telah dimasukkan ke dalam Program Pembangunan untuk segera dilaksanakan.

Baca juga: Apresiasi Laporan Tim Ekspedisi Patriot UI, Mentrans Siap Tindaklanjuti untuk Bisa Menarik Investasi

Memanusiakan Pembangunan Berorientasi Visi Jangka Panjang 

Kota Metro di Provinsi Lampung adalah salah satu contoh nyata bahwa konsistensi dan visi jangka panjang diperlukan untuk memastikan semangat transformasi transmigrasi dapat memberikan hasil nyata keberhasilan pembangunan.

Berawal sebagai daerah pemukiman yang didirikan pada masa kolonial Belanda, yang merupakan bagian dari strategi untuk memindahkan penduduk dari Pulau Jawa yang padat ke Lampung, banyak perkembangan telah terjadi di Metro. Kota Metro sebagai cikal bakal kawasan transmigrasi pertama di Indonesia saat ini  tercatat memiliki nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 80,41, peringkat kedua di Provinsi Lampung di dukung dengan berbagai sektor ekonomi yang terus berkembang secara dinamis.

Dengan dukungan teknologi dan konektifitas yang lebih baik dibandingkan masa awal pemerintah Indonesia memulai program transmigrasi, transformasi yang memerlukan lebih dari 5 dasawarsa di Kota Metro ini dapat dipercepat beberapa kali lipatnya untuk menginspirasi penciptaan kota-kota Metro lainnya di luar Pulau Jawa. Gerakan ini tidak akan menjadi apa-apa jika hanya mengharapkan hasil yang instan.

Beberapa  pembelajaran masa lalu yang perlu diperhatikan adalah bahwa pembangunan Kawasan Transmigrasi yang berpusat pada pembangunan manusia bukan hanya fokus pada pemindahan penduduk dan penyediaan infrastruktur memerlukan proses yang konsisten dan harus dijalani dengan penuh ketekunan.

Selain itu, prinsip keadilan perlu ditempatkan sebagai prinsip kunci dalam kerberjalanannya. Ruang bukan hanya miliki orang-orang dengan modal besar saja. Selain itu, warga lokal juga perlu diberikan kesempatan yang sama dengan para pendatang di kawasan transmigrasi ini.

Baca juga: Mentrans Ajak Guru Besar Rancang Masa Depan Indonesia Lewat Transmigrasi 5.0

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved