Minggu, 26 April 2026

Kemensos dan Pemkab Kepahiang Jalin Sinergi Bangun Sekolah Rakyat

Kemensos dan Pemkab Kepahiang bahas penguatan PBI dan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat untuk masyarakat kurang mampu.

Editor: Content Writer
Dok. Kemensos
PEMBANGUNAN SEKOLAH RAKYAT - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu Bupati Kepahiang, Zurdi Nata beserta jajaran Pemerintahan Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025). Pertemuan ini membahas penguatan perlindungan sosial, khususnya kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), serta progres pembangunan Sekolah Rakyat. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menerima audiensi jajaran Pemerintahan Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, di Kantor Kementerian Sosial, membahas penguatan perlindungan sosial, khususnya kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), serta progres pembangunan Sekolah Rakyat, Selasa (23/12/2025).

Dalam audiensi, Gus Ipul mendorong agar sekolah rakyat segera dibangun serta menekankan pentingnya pengelolaan PBI yang tertib, terkoordinasi, dan langsung kepada penerima manfaat, sehingga benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Ini harus langsung, tidak boleh lewat siapa pun. Itu harus dikoordinasikan dengan baik,” ujar Gus Ipul.

Audiensi ini turut dihadiri Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto, Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang Helmi Johan, Kepala Dinas PUPR Teddy Adeba, Kepala Bappeda M. Salihin, serta Kasubag Perencanaan Dinas PUPR Rizal Oktayudi.

Gus Ipul mengingatkan bahwa pemutakhiran data PBI perlu dilakukan secara hati-hati dan jujur sesuai kondisi riil masyarakat, agar tidak menimbulkan persoalan di tingkat desa maupun kecemburuan sosial.

Audiensi juga membahas rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kepahiang. Pemerintah daerah telah mengusulkan lahan ke Kemensos, namun saat ini masih menghadapi kendala pada akses jalan menuju lokasi.

Baca juga: Titik Balik Hidup Dwi, Dari Rumah Sederhana ke Asrama Sekolah Rakyat

Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat memerlukan kesiapan lahan dan akses yang memadai agar dapat berjalan optimal. Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

“Kalau Sekolah Rakyat dibangun, ada perputaran ekonomi di daerah. Bukan hanya sekolahnya, tapi dampaknya ke masyarakat sekitar,” kata Gus Ipul.

Sebagai informasi, Provinsi Bengkulu sendiri saat ini telah memiliki dua Sekolah Rakyat rintisan, yakni Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Bengkulu di Sentra Dharma Guna Bengkulu dan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 14 Kaur di SMAN 11 Kaur.

Menindaklanjuti arahan Gus Ipul, Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyatakan siap mengelola PBI dengan baik serta terus mengupayakan agar program sekolah rakyat dapat segera terealisasi di wilayahnya.

Namunm dia juga menyampaikan bahwa kondisi kemampuan fiskal daerah terbatas dan berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat.

“Kemampuan APBD kami terbatas, sehingga kami sangat berharap dukungan dan sinergi dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Menutup audiensi, Gus Ipul menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang untuk memastikan program perlindungan sosial dan pendidikan berjalan selaras dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Baca juga: Asa Dila, Anak Pemulung yang Berusaha Bangkit melalui Sekolah Rakyat

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved