Sabtu, 30 Mei 2026

Mendes Yandri Susanto: Koperasi Desa Merah Putih Dapat jadi Sentra Perputaran Ekonomi Desa

Mendes Yandri Susanto yakin bahwa keberadaan dana desa bakal lebih dirasakan oleh masyarakat desa lewat KDMP dan MBG.

Tayang:
Editor: Content Writer
dok. Kemendes
NGOPI BARENG MENDES - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri acara Ngopi Bareng, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Mendes bersama Wakil Mendes PDT Ahmda Riza Patria dan dilaksanakan bersama para Kepala Desa di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Boyolali. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri acara Ngopi Bareng  bersama Wakil Mendes PDT Ahmda Riza Patria. Kegiatan ini dilaksanakan bersama para Kepala Desa di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Boyolali, Selasa (13/1/2026). 

Turut hadir Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, Anggota DPR Muhammad Hatta, Ketua PAPDESI Wargiyanti. Turut mendampingi Mendes Yandri, Sekjen Taufik Madjid, Dirjen PEID Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Kepala BPI Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik,  dan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

Pada kesempatan ini, Mendes Yandri mengatakan bahwa dirinya kagum dengan potensi seperti kopi dan susu yang ia lihat di sepanjang jalan Desa Banyuanyar. 

Menurutnya, Desa Banyuanyar tengah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dengan banyaknya program yang menyasar ke daerah tersebut, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Mendes Yandri yakin, keberadaan Dana Desa bakal lebih dirasakan oleh masyarakat desa lewat KDMP dan MBG.

"Hal ini sesuai Asta Cita ke-6 yaitu Membangun Dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Baca juga: Mendes Yandri Susanto Masuk Tiga Besar Menteri Berkinerja Terbaik dalam Survei Nasional Prolog 2025

Mendes Yandri pun mendorong Desa Banyuanyar untuk menggenjot program Desa Tematik dengan menyesuaikan potensi dan hasil produksi yang yang dimiliki desa, misalnya membangun Desa Ikan Nila, Desa Melon, hingga Desa Ayam Petelur. Ia yakin, Hasil produksi Desa Tematik ini bisa mendapatkan pasar menjadi pemasok bahan baku untuk program MBG.

"Jadi tidak perlu khawatir, hasil produksinya bisa diserap oleh MBG karena butuhkan bahan baku yang sangat banyak," kata Mendes Yandri.

Sementara itu, KDMP dapat dijadikan Sentra Perputaran Ekonomi di Desa. Produk yang dihasilkan desa, menurut Yandri, bisa didistribusikan oleh KDMP agar bisa peroleh pasar.

Mendes Yandri menyebut, desa juga menerima manfaat dari kehadiran KDMP dengan adanya aset seperti gerai dan kendaraan distribusi, termasuk keuntungan KDMP, yang juga mengalir kembali ke desa. Warga desa juga jadi lebih mudah mendapatkan LPG, Pupuk dan Sembako dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Upaya Mendes Yandri Susanto Bebaskan Dua Desa di Bogor Jawa Barat yang Dilelang Akibat Diagunkan

"Produk desa juga lebih terjamin dengan ada Gudang Besar di tingkat Kabupaten yang menampung produk dan mendistribusikan ke pasar yang membutuhkan," kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Pada kesempatan ini, Mendes Yandri dan Wamendes Ariza juga berdialog dengan para Ketua Persatuan Aparat Pemerintah Desa Indonesia (PAPDESI). Para Ketua menyalurkan aspirasi agar bisa diperoleh solusi terbaik.(*)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved