Jumat, 17 April 2026

Mentrans Dorong Balai Transmigrasi Bertransformasi Jadi Kawasan Eduwisata

Balai-balai Transmigrasi akan dikembangkan menjadi Kawasan Eduwisata Transmigrasi sebagai bentuk nyata dari transformasi program transmigrasi.

Editor: Content Writer
Dok. Kementerian Transmigrasi
KAWASAN EDUWISATA - Menteri Iftitah mengarahkan bahwa balai-balai transmigrasi akan dikembangkan menjadi Kawasan Eduwisata Transmigrasi. Arahan tersebut diungkapkannya di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta (BBPPMT Yogyakarta) dan Demplot Cangkringan, Yogyakarta (5/12/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Balai-balai Transmigrasi akan dikembangkan menjadi Kawasan Eduwisata Transmigrasi sebagai upaya untuk menunjukkan kepada publik bentuk nyata dari transformasi program transmigrasi.

"Transmigrasi hari ini berfokus pada pembangunan ekonomi dan investasi melalui pembukaan akses dan peningkatan nilai kawasan. Balai harus mempersiapkan program yang mendukung pembentukan kawasan ekonomi secara nyata," tegas Menteri Iftitah dalam arahannya di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta (BBPPMT Yogyakarta) dan Demplot Cangkringan, Yogyakarta (5/12/2025).

Menteri Iftitah menegaskan pentingnya peran balai dalam menjangkau publik melalui konten di media sosial yang informatif, khususnya terkait program strategis nasional pembangunan kawasan berbasis sains, nilai ekonomi dan investasi, serta penciptaan lapangan kerja.

Guna mendukung peran balai transmigrasi, sekaligus memastikan keselarasan dengan prioritas nasional di lingkungan kementerian, Menteri Iftitah menerapkan sentralistik pola anggaran tahun 2026 sebagai arah baru kebijakan transmigrasi nasional.

Baca juga: Mentrans Iftitah Bakal Perluas Program Pengiriman Transmigran ke Jepang

Perencanaan program dan anggaran tahun 2026 dialokasikan untuk program Revitalisasi dan Transformasi. Fokusnya pada pembangunan ekonomi dan investasi melalui pembukaan akses dan peningkatan nilai di kawasan transmigrasi. 

Diperlukan transformasi pada peran balai-balai transmigrasi yang tidak hanya terpaku pada pelatihan pertanian konvensional, melainkan juga pengembangan pelatihan di sektor pariwisata, bahkan usaha berbasis industri.

Dalam arahannya, Menteri Iftitah mewajibkan setiap balai transmigrasi untuk menyusun modul pelatihan yang berorientasi bisnis, dengan istilah modul "Mencetak Uang di Kawasan Transmigrasi" berbasis komoditas unggulan seperti cabai, jamur, atau ternak.

"Modul (pelatihan) ini harus dihitung secara lengkap dari sisi bisnis, mulai dari analisis biaya, prospek usaha, hingga peluang pasar. Ini harus rinci, bukan sekadar teori, agar transmigran bisa mandiri secara ekonomi," ujar Menteri Iftitah.

Dengan adanya transformasi balai transmigrasi, maka diharapkan penyerahan rumah dan pekarangan tidak semata-mata sebagai lahan tinggal, tetapi menjadi ruang investasi yang bernilai ekonomi berbasis kawasan atas pengelolaan lahan komunal. (*)

Baca juga: Mentrans Ajak Guru Besar Rancang Masa Depan Indonesia Lewat Transmigrasi 5.0

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved