Selasa, 5 Mei 2026

Kisah Esti Kiki, Pendamping PKH yang Tetap Verifikasi Data Bansos Meski Berpuasa

Sebagai ujung tombak di lapangan, para pendamping bertugas melakukan validasi dan verifikasi data

Tayang:
Istimewa
BANSOS TEPAT SASARAN -Pendamping PKH di Kendari tetap melakukan verifikasi dan pemutakhiran data penerima bansos selama Ramadan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. 

TRIBUNNEWS.COM – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki peran penting dalam proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebagai ujung tombak di lapangan, para pendamping bertugas melakukan validasi dan verifikasi data melalui pengecekan langsung atau ground check untuk memastikan data penerima bantuan sosial tetap akurat.

Tugas tersebut tetap dijalankan meski tengah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Bagi para pendamping, momen ini justru menjadi pengingat untuk memastikan masyarakat yang selama ini luput dari perhatian negara dapat terdata dengan baik.

Salah satu kisah dedikasi tersebut datang dari Esti Kiki Riski Sukran yang akrab disapa Kiki.

Perempuan berusia 36 tahun itu merupakan pendamping PKH yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tim Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Atensi Kewirausahaan ke Pulau Timor lewat Sentra Efata Kupang

“Selama bulan Ramadan, saya tetap melaksanakan pemutakhiran DTSEN seperti biasa. Kegiatan ini tetap berjalan karena pemutakhiran data sangat penting untuk memastikan data penerima bantuan sosial selalu akurat dan sesuai kondisi terbaru,” kata Kiki, Senin (9/3/2026).

Ia mengungkapkan, hingga pertengahan Ramadan setidaknya telah melakukan pemutakhiran data terhadap 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Kadia dan Kelurahan Pondambea.

“Saya telah melakukan pemutakhiran data sekitar 10 KPM melalui kunjungan langsung ke rumah,” ujarnya.

Kiki menjelaskan, proses pemutakhiran dilakukan dengan metode home visit atau kunjungan langsung ke rumah penerima manfaat.

Melalui kunjungan tersebut, pendamping melakukan wawancara serta observasi untuk memastikan kondisi sosial ekonomi keluarga, termasuk pekerjaan, kepemilikan aset, hingga perubahan kondisi rumah tangga.

Selain itu, dilakukan pula pengecekan dokumen pendukung serta pencocokan data yang tercatat di sistem dengan kondisi aktual di lapangan.

Menurut Kiki, secara umum Keluarga Penerima Manfaat memberikan respons positif saat dilakukan kunjungan.

“Sebagian merasa senang karena merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam proses pembaruan data,” katanya.

Meski demikian, proses pemutakhiran data juga menghadapi sejumlah tantangan.

Beberapa kendala yang dihadapi di antaranya keterbatasan waktu karena aktivitas masyarakat selama Ramadan cukup padat, penerima manfaat yang tidak berada di rumah saat kunjungan, hingga kondisi cuaca panas saat melakukan pendataan di lapangan.

Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menghentikan langkah Kiki untuk memastikan data penerima bantuan sosial tetap akurat.

Menurutnya, pemutakhiran data secara berkala sangat penting untuk mendeteksi perubahan kondisi ekonomi keluarga sehingga penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara tepat sasaran.

“Dengan adanya pemutakhiran data secara berkala, perubahan kondisi ekonomi keluarga dapat terdeteksi sehingga bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Kiki berharap ke depan proses pemutakhiran data dapat terus dilakukan secara berkala dengan dukungan sistem yang semakin baik.

Dengan begitu, data kesejahteraan sosial akan semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat bagi pemerintah.

Admin: Sponsored Content
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved