NTT Jadi Tuan Rumah HLUN 2026, Ribuan Lansia Ikut Jalan Sehat
Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemprov NTT menggelar puncak HLUN 2026 dengan ribuan lansia serta berbagai layanan sosial dan kesehatan.
TRIBUNNEWS.COM - Ribuan lansia mengikuti jalan sehat dalam rangkaian acara puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (30/6). Dari Kupang, mereka mengirim pesan bahwa bangsa ini tumbuh kuat apabila menghormati lansia.
Selain jalan sehat, berbagai kegiatan dan layanan lain turut diselenggarakan, seperti senam, pentas seni, fisioterapi, audiometri, hingga cek kesehatan gratis.
Jalan sehat dimulai sekitar pukul 07.40 WITA. Flag off dilakukan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, mewakili gubernur, dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Ribuan lansia dari berbagai latar belakang, seperti binaan OPD, Kanwil, keluarga besar TNI/Polri, maupun lansia yang bernaung pada lembaga keagamaan Islam, Kristen, Katolik, serta Komunitas Hindu-Buddha, tampak semangat mengikuti jalan sehat dengan rute sekitar Rumah Dinas Gubernur.
Mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dari Kemensos dan pemerintah daerah.
“Kementerian Sosial memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperkuat perlindungan sosial, layanan, pendampingan, penghormatan terhadap lanjut usia,” kata Supomo saat membacakan sambutan dari Mensos Gus Ipul.
Kegiatan HLUN 2026 diprioritaskan di wilayah dengan jumlah lansia miskin tinggi, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kawasan urban rentan dengan banyak lansia hidup sendiri. HLUN 2026 diselenggarakan di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur serta di seluruh wilayah Indonesia.
Supomo menjelaskan bahwa tak sekadar seremonial, peringatan HLUN 2026 juga menghadirkan program-program nyata berdampak langsung dan dirasakan masyarakat hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah selama sebulan penuh.
Baca juga: Rayakan Iduladha 1447 H, Kemensos Bagikan 295 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat
Di antaranya operasi katarak, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan fisioterapi, penyaluran Bantuan ATENSI, pemberian alat bantu dan sarana kamar, pemenuhan hak sipil, hingga program kewirausahaan bagi lansia serta Peksos Goes to School di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga organisasi keagamaan.
“Masyarakat harus menjadi ruang yang paling aman dan pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan membangun layanan ramah lansia. Kita semua memastikan tidak ada opa dan oma yang merasa sendiri, terlantar atau dilupakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Supomo menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah, serta semua pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan peringatan HLUN 2026.
"Terima kasih kepada pemerintah daerah, relawan, pendamping, dan komunitas atas dukungan kegiatan ini. Kehadiran opa dan oma pagi ini menunjukkan bahwa NTT siap menjadi provinsi ramah lansia," ungkap Supomo.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menyampaikan rasa bangganya karena untuk pertama kalinya NTT dipercaya menjadi tuan rumah HLUN 2026.
“Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memberikan kepercayaan besar kepada pemerintah Provinsi NTT untuk melaksanakan Hari Lanjut Usia Nasional untuk pertama kalinya. Ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa,” kata Johni.
Johni menjelaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk mendukung berbagai kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Mei dan direncanakan selesai pada 31 Mei besok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Puncak-acara-HLUN-2026.jpg)