PMTAS, Upaya Pemprov DKI Cetak Generasi Penerus Cerdas-Bergizi Baik

“Di kota ini anak-anak kita harus mendapat asupan makanan sehat yang baik sehingga gizi mereka tercukupi dan sehat secara jasmani untuk mengikuti sega

PMTAS, Upaya Pemprov DKI Cetak Generasi Penerus Cerdas-Bergizi Baik
Pemprov DKI Jakarta
Gubernur Anies Baswedan bersama puluhan anak SD DKI Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – “Di kota ini anak-anak kita harus mendapat asupan makanan sehat yang baik sehingga gizi mereka tercukupi dan sehat secara jasmani untuk mengikuti segala kegiatan belajar,” tulis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal program PMT-AS dalam akun media sosial pribadinya.

Apa yang ditulis Anies, bisa dibilang merupakan upayanya bersama Pemprov DKI Jakarta agar generasi muda, khususnya anak-anak Jakarta, bisa menjadi generasi penerus yang cerdas, dan tentunya bergizi baik. Apalagi menurut para ahli, tingkat kecerdasan seorang anak sangatlah dipengaruhi dengan bergizi atau tidaknya makanan yang mereka konsumsi.

Lewat program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah atau yang sering disingkat PMTAS ini, diharapkan kebutuhan gizi anak terpenuhi, dan bisa mengenalkan kepada mereka makanan yang bergizi dan sehat, khususnya untuk anak-anak sekolah dasar.

Baca: Kini Festival Kota Jakarta Makin Meriah

Cakupannya pun kini semakin luas. Menurut Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD dan SDLB, Ida Nurbani, tercatat ada 459 sekolah penerima PMTAS yang terdiri dari 75 TK dan TPAN, 375 SDN, dan 9 SLBN.

“459 Sekolah ini tersebar di beberapa daerah, seperti di Jakarta Utara terdapat 58 Sekolah, Jakarta Barat 134 Sekolah, Jakarta Pusat 52 Sekolah, Jakarta Timur 61 Sekolah, Jakarta Selatan 71 Sekolah, Kepulauan Seribu 3 Sekolah,” ujar Ida Nurbani.

Mempertimbangan nilai gizi dan keseimbangan yang ada pada setiap makanan, ada 29 varian menu yang bisa disajikan.

Menu-menu tersebut antara lain, nasi goreng dan telor ceplok, susu UHT dan kroket, sayur sop daging, Nagasari dan apel, roti dan jeruk, pisang dan telur rebus, sandwich isi telur dan duku, puding buah dan susu UHT, roti dan pisang, jasuke dan salak, onde-onde kacang hijau dan susu UHT.

Kemudian, ada lemper isi ayam dan lengkeng, pisang bakar keju, bubur ayam, kroket singkong isi sayur dan apel, martabatak telur dan rambutan, cake wortel dan manggis, risoles isi sayuran dan sawo, puding buah dan jambu air, ongol-ongol dan susu UHT, martabak manis.

Baca: Pangan Murah Bantu Warga Jakarta Kurangi Pengeluaran

Lalu, ada pula klepon dan susu UHT, kue lumpur dan susu UHT, pizza ayam sayur, bacang daging wortel, nasi tim ayam wortel bayam, kue mangkok dan susu UHT, supa macaroni, muffin dan susu UHT.

“Varian menu ini bisa secara bebas dipilih sekolah atau komite sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” ujarnya.

Jadi Harapan Pemprov DKI Jakarta

Melalui PMTAS, anak-anak sekolah diharapkan mendapat asupan gizi yang baik dan sehat, serta bisa menampung ilmu dengan optimal.

"Harapannya anak-anak di Jakarta asupan gizinya sehat, baik, secara kesehatan terbebas dari potensi penyakit dengan imunisasi. Mudah mudahan secara fisik kuat, sehat. Secara intelektual tumbuh berkembang, secara karakter bisa matang," tutur Ida.

Baca: Berbasis Kawasan, Ini 3 Langkah Disparbud Bangkitkan Destinasi Wisata Jakarta

Sehingga, lanjutnya, terlahir bibit-bibit unggul untuk menyongsong Jakarta yang lebih baik di masa depan. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved