Breaking News:

Jakarta Terkini

DKI Terbitkan Panduan Kesiapsiagaan Warga Hadapi Banjir di Tengah Pandemi

Kesiapsigaan harus benar-benar dilakukan karena ancaman banjir terjadi di tengah adanya bencana non-alam yakni pandemi COVID-19.

Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Komplek Polri Pondok Karya Mampang Prapatan tidak luput dari genangan banjir Jakarta, Selasa (25/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi menghadapi banjir di musim penghujan ini. Apalagi terjadi fenomena La Nina di kawasan Pasifik yang berpotensi menimbulkan hujan lebat di sejumlah daerah di Indonesia.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Rianto, mengatakan bahwa masyarakat harus siap siaga menghadapi kemungkinan banjir. Kesiapsigaan harus benar-benar dilakukan karena ancaman banjir terjadi di tengah adanya bencana non-alam yakni pandemi COVID-19.

"Siap siaga tersebut harus dilakukan baik sebelum banjir, saat terjadinya banjir, hingga setelah banjir terjadi. Apalagi, kita sedang dalam masa pandemi, sebisa mungkin tetap memperhatikan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19," kata Sabdo, Senin, (16/11/2020).

Salah satu kesiapsiagaan warga sebelum terjadi banjir adalah dengan mengetahui zona rawan banjir. Selain itu, warga mengamankan surat berharga, baik itu dibungkus agar tidak basah maupun dibuat soft copy.

Sabdo mengatakan, warga yang berkeluarga harus menyusun rencana sejak dini. Mulai dari mengetahui kebutuhan khusus anggota keluarga lainnya, mencatat nomor darurat dan dibagikan kepada anggota keluarga lainnya, hingga menentukan titik/tempat pertemuan apabila terpencar atau terpisah saat banjir terjadi.

Selain itu, antara anggota keluarga juga harus mulai membagi peran apabila banjir terjadi. "Misalnya, siapa yang mematikan listrik, siapa yang mematikan kompor, siapa yang menyiapkan peralatan evakuasi," ujarnya.

Menurut Sabdo, warga juga harus mulai mencari tahu jalur evakuasi atau posko pengungsian apabila terjadi banjir, memantau peringatan dini cuaca di wilayahnya masing-masing, serta melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin.

"Yang paling penting adalah mengisi tas siaga bencana," katanya.

Sabdo menjelaskan, tas siaga bencana tersebut perlu disiapkan, berisikan pakaian untuk tiga hari dan perlengkapan ibadah, obat-obatan pribadi dan perlengkapan P3K, dokumen dan surat berharga dibungkus plastik, sarung atau selimut, makanan, uang tunai, kantong plastik, air mineral, senter, pluit, power bank, foto keluarga, serta masker dan hand sanitizer.

Saat potensi banjir datang, lanjut Sabdo, warga harus memastikan bahwa wilayahnya termasuk daerah yang akan terkena banjir. Warga perlu memastikan informasi dari sumber terpercaya, baik itu dari SMS blast dari otoritas terkait, pengeras suara dari otoritas yang ada di wilayahnya, serta dari memantau media sosial dari akun resmi BPBD, BMKG, maupun Pemprov DKI Jakarta.

Tak hanya itu, warga juga harus segera mengamankan barang berharga ke tempat yang tinggi dan mematikan jaringan listrik. Sabdo meminta warga untuk mengikuti arahan petugas apabila telah tiba di wilayah masing masing.

“Saat banjir terjadi, segera evakuasi diri dengan membawa tas siaga bencana ke tempat yang aman melalui jalur evakuasi. Jangan berjalan di arus air atau mengemudikan mobil ke wilayah banjir. Kita juga perlu mewaspadai saluran air dan kubangan. Saling bantu dan utamakan kelompok rentan mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia," ungkapnya.

Apabila tiba di tempat pengungsian, Sabdo meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Tempat tidur yang akan digunakan dibersihkan terlebih dahulu.

Apabila banjir telah surut, lanjut Sabdo, warga dapat segera mencari tahu kondisi lingkungan kediamannya dari sumber yang terpercaya. Setelah dipastikan aman, warga kembali ke rumah untuk membersihkan sisa-sisa banjir. Ia mengingatkan agar warga mengenakan alas kaki saat bersih-bersih untuk menghindari benda tajam atau benda bahaya lainnya. Saat membersihkan rumah, warga juga harus mewaspadai instalasi listrik, dan binatang-binatang yang terbawa arus banjir.

Sebelum ditinggali, pastikan rumah telah disterilisasi dengan desinfektan dan perbaiki saluran pembuangan terlebih dahulu. "Dalam kondisi pandemi sekarang ini, warga harap dapat segera ke fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit apabila terjadi gejala sakit," pungkasnya.

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved