Sulitnya Menyatukan Dua Perbedaan Dalam Perkawinan
Dalam sebuah rumah tangga didapati bahwa suami dan istri tidak akan mempunyai sikap, kepribadian dan faktor lain yang sama dari waktu ke waktu.
Hasil penelitian itu dimuat dalam jurnal Personality and Individual Differences.
"Alih-alih memiliki pasangan yang bisa sependapat dan sejalan dari waktu ke waktu, pasangan yang telah menikah lama justru menunjukkan hal yang berbeda" kata salah satu peneliti, Mikhila N. Humbad MSU.
Para peneliti dari Michigan State University itu menganalisis data dari Pemerintah Pusat Minnesota yang mengurus tentang keluarga dari waktu ke waktu. Penelitian dimaksud melibatkan 1.296 pasangan.
Sementara yang menjadi fokus penelitian adalah karakteristik kepribadian, seperti positif atau negatif, optimisme, ambisi, agresivitas dan bagaimana orang menangani stres.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pasangan mengembangkan perbedaan dibanding kesamaan," kata Humbad.
Dijelaskannya, pasangan suami dan istri yang diteliti terus menerus dari waktu ke waktu tidak menjadi lebih mirip dari tahun ke tahun selama pernikahan mereka.
Jadi hasil penelitian ini bertentangan dengan kepercayaan masyarakat sejak dahulu yang menyebutkan, makin lama menikah maka akan makin banyak ditemui persamaan.
Walaupun demikian Humbad dan rekan menyatakan masih butuh penelitian khusus tentang implikasi penelitian ini bagi masa depan. Khususnya bagaimana cara memilih pasangan yang tepat.
"Sebab kami juga menemukan kemungkinan hubungan dan cara Anda memilih pasangan dengan sifat anak Anda kelak. Itu yang akan jadi fokus penelitian kami kelak" terang Humbad.
Namun Anda tak perlu khwatir akan hal ini. Sebab hakikat pernikahan sebenarnya menyatukan dua perbedaan bukan membuatnya menjadi sama, benar kan