Gaun Hutan Tropis Dipakai di Ajang Miss Asia Pasific World
Andi Natassa akan mengenakan gaun malam karya perancang muda Indonesia, Hian Tjen saat malam grand final Miss Asia Pasific World.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andi Natassa akan mengenakan gaun malam karya perancang muda Indonesia, Hian Tjen saat malam grand final Miss Asia Pasific World (MAPW) 2012 . Seperti apakah rancangan lulusan Esmod tahun 2003 itu?
"Baju terinspirasi hutan hujan tropis di Kalimantan yang merupakan hutan hujan tropis tertua di dunia yang telah berusia 130 tahun dengan kekayaan hayati berlimpah," papar Hian dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/6/2012).
Mengenai pilihan warna, Hian menyatakan menggunakan warna salem dari gaun malam untuk menggambarkan kecantikannya. Juga akan ada warna daun yang menguning saat musim pancaroba ditambah dengan detail bunga yang berwarna senada dengan organdi serta lace bermotif flora.
"Nantinya akan dilengkapi dengan kilauan kristal swarovski dan mutiara sehingga anggun dan menawan," paparnya.
Untuk pengerjaan baju sendiri Hian membutuhkan waktu pembuatan selama kurang lebih 2-3 minggu bahan organdi dengan 75 meter baju.
Saat red carpet dan gala dinner dipilih, Hian Tjen memilih warna Tosca yang mencerminkan lebatnya hitam tropis di Kalimantan sebagai zamrut katulistiwa. Gaun malam yang berdetail bordiran tanaman dengan aplikasi dari organdi dengan kilauan kristal Swarosky menambah pancaran aura kecantikan.
Untuk National Costume, Natassa akan mengenakan busaha daerah adat Tana Toraja yang akan digunakan saat malam unjuk bakat. Ia akan menari Ma'gellu' yang biasanya dilaksanakan saat upacara Ma'Bua" yang berkaitan dengan pentasbihan rumah adat Toraja atau keluarga penghuni telah melaksanakan upara Rambu Solo yang sangat besar.
Natassa akan membawa busana Yogi Pratama untuk cocktail dress dan Delami GRups untuk busana-busana resmi serta scarf cantik dari batik Parang Kencana. Sedangkan untuk sepatu dari Adeva Shoes.