Buku Jokowi Spirit Bantaran Kali Anyar

Tahukah Anda, Mengapa Jokowi Kurus? Ini Dia Jawabannya

Tahukah Anda, mengapa Jokowi badannya kurus kerempeng? Simak penuturan ibundanya.

Tahukah Anda, Mengapa Jokowi Kurus? Ini Dia Jawabannya
/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
JOKOWI DILUKIS SILHOUETTE - Haji Joko Widodo, Walikota Sola, pemenang pemilihan Gubernur DKI Jakarta versi Quick Count dilukis Silhouette oleh Priadji Kusnadi, saat berkunjung di Pasar Seni Jaya Ancol, Rabu (19/9/2012) lalu. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Pejabat negara identik dengan sosok berbadan subur, sebagian bahkan perutnya buncit, dan hal-hal lain yang jadi simbol kemapanan secara ekonomi.

Tapi mengapa Jokowi, Gubernur Jakarta Terpilih itu, badannya kurus kerempeng? Buku "Jokowi, Spirit Bantaran Kali Anyar," menjawab pertanyaan di benak banyak orang ini. Jokowi bertutur, selera makannya memang rendah.

Ia juga tak hobi ngemil. Parahnya lagi, ia sering lupa makan kalau kadung larut dalam pekerjaan.
"Berat badan saya biasanya 60 kilo, bahkan kalau saya lonjaki bisa sampai 70 kilo. Nah sekarang sudah tinggal 53 kilo, udah nggak bisa turun. Masak mau turun lagi? Jadi tulang-belulang dong," canda Jokowi ketika ditemui di sela meninjau gedung pertemuan Graha Saba Buwana di Solo, Sabtu (18/7/2012) silam.

Jokowi memang laki-laki 'kutilang' (Kurus, Tinggi, Langsing). Dengan tinggi badan menjulang 175 sentimeter, bobot badannya minus 12 kilogram untuk ideal. Faktor lain yang menyebabkan badan Jokowi tirus adalah susahnya membangkitkan selera makan biar di depannya banyak terhampar hidangan lezat-lezat.

"Dari kecil, Mas Joko ini sulit makan, makanya kurus," ujar Sujiatmi, ibunda Jokowi.
Sang ibunda ditemui penulis bersama Jokowi. Rupanya, orang yang sempat dikunjungi satu jam sebelumnya adalah Sujiatmi, yang tinggal seorang diri di kediamannya di Jl. Plaret Raya, kawasan Sumber, Solo.

Dari Graha, Jokowi masih mengajak penulis ikut di dalam mobilnya menuju kediaman sang ibunda, yang menjanda ditinggal wafat suaminya 12 tahun yang lalu. Saat wawancara,  Sujiatmi yang beberapa kali bercanda dengan Jokowi berbincang lepas. Suasananya serius tapi santai, dan dihiasi beberapa kali tawa. Misalnya saat Sujiatmi ditanya, apakah Jokowi memiliki penasihat spiritual, ia menjawab spontan.

"Dukunne ya ibunya sendiri. Gini nih, tak sebul mbun-mbunane (saya tiup kepalanya, -penulis)," kata Sujiatmi seraya berdiri di hadapan Jokowi yang duduk di kursi panjang jati. Telapak tangan Sujiatmi lalu terkatup, seperti menyembah, dengan sedikit cembung.

Sujiatmi termasuk seorang ibu yang tekun menunaikan salat tahajud, salat tengah malam. Saat ditemui, nenek berumur 69 tahun tersebut mengenakan kerudung hijau daun, mengaku telah menunaikan rukun Islam yang kelima, yakni ibadah haji pada tahun 2000 bersama Notomiharjo, suaminya yang meninggal pada tahun yang sama. Saat itu, Jokowi beserta Iriana, istrinya, turut serta naik haji.

Mengenai makanan, Sujiatmi membeberkan bahwa Jokowi suka gudangan, yaitu nasi putih dengan sayur gudangan, makanan sejenis pecal. Kalau pecal biasa, terdiri atas aneka sayuran diberi bumbu kacang tumbuk. Sedangkan pecal gudangan, sayurannya antara lain daun bentis, daun bayung, daun singkong, kecambah, ditambah kacang rebus, pisang rebus, dan bumbu kelapa parut sebagai pembeda.

Baca artikel menarik lainnya


Penulis: Domu D. Ambarita
Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved