Borneo Extravaganza 2012
Aneka Makanan Khas Kalsel di Borneo Extravaganza 2012
Stand pameran Provinsi Kalimantan Selatan tampak ramai dipenuhi cinderamata, dalam kegiatan Borneo Extravaganza 2012
Penulis:
Agustina Rasyida
Editor:
Anwar Sadat Guna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Stand pameran Provinsi Kalimantan Selatan tampak ramai dipenuhi cinderamata, dalam kegiatan Borneo Extravaganza 2012, di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Tak hanya kain khasnya, Sasirangan, Lampit (tikar), dan tas anyaman dari enceng gondok, tetapi berbagai makanan khas kemasan ada di pameran ini.
Sebut saja Abon Ikan Gabus, Ikan Saluang Goreng, Rimpie Pisang, Manisan Terong, Madu Hutan Kalimantan, Amplang Ikan Gabus, atau Iwak Pakasam.
"Di Banjarmasin banyak ditemui makanan khas Kalimantan Selatan, kami ada Rimpie Pisang, kalau di Jawa sejenis Sale Pisang tapi tidak terlalu manis, Kacang Bajaruk yang digoreng dengan pasir, ada juga Iwak Pakasam, semacam ikan yang difermentasi, jadi rasanya asin dan asam," ujar Yeni, person in charge di stand tersebut.
Menurut Yenny, makanan Kalimantan Selatan lainnya masih banyak lagi. Salah satunya Soto Banjar. Soto ayam dengan kuah berbumbu rempah (cengkeh, biji pala, kayu manis, merica, bawang putih, dan merah) disantap dengan ketupat, suwiran ayam, kentang rebus, serta telur rebus.
"Kalau kami ada tamu, kami ajak mereka ke Soto Bang Amat. Sotonya enak dan sambil makan ada iringan musik Panting."
Tak ketinggalan, Yenny juga menjelaskan bagaimana selembar kain Sasirangan dibuat. Kain Sasirangan ini seperti kain tie dye, yang memiliki teknik perwarnaan khusus.
Kain polos (katun, semi sutra, atau sutra) dijahit dengan teknik jarum jelujur, lalu ditarik pelan-pelan, kalau terlalu kencang, benang akan putus kemudian dicelupkan ke warna yang diinginkan.
Setelah kering, tarik benang jelujur dengan hati-hati. Jika terlalu kencang akan justru menyebabkan kain robek. Membuat satu kain sasirangan, yang panjangnya sekitar dua meter, membutuhkan tiga sampai tujuh hari.
Semua produk andalan provinsi seluas 37.538,52 kilometer persegi ini tak membutuhkan kocek berlebih. Untuk makanan dapat ditebus Rp 5.000-Rp 120 ribu, kain sasirangan Rp 70-Rp 150 ribu, serta lampit, kipas, dan tas seharga Rp 10 ribu-Rp 300 ribu.
Wagub Kalsel, Rudy Resnawan mengatakan pihaknya ingin menghidupkan seni budaya dan wisata di provinsi yang memiliki wisata Pasar Terapung tersebut.
Melalui pameran, pihaknya memeroleh keuntungan bertahap, seperti kunjungan wisatawan, walaupun tidak signifikan. "Ini salah satu upaya, pulau Kalimantan bisa dikenal sedemikian rupa," tutup Roedi.