Kuliner
Kisah Jenang Kudus yang Mendunia Karena Kelezatannya
Jenang Kudus mendunia karena kelezatannya. Inilah negara-negara tujuan ekspor jenang Kudus yang rasanya manis legit itu.

TRIBUNNEWS.COM - Jenang Kudus yang berbahan baku tepung beras ketan, gula pasir, gula kelapa, santan kelapa, lemak nabati, dan penyedap halal itu kelezatannya dikenal hingga delapan negara, antara lain Hongkong, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Abu Dhabi, Arab Saudi dan Jepang. Apa sih istimewanya Jenang Kudus hingga mendunia?
BAGI anda yang berwisata ke Kabupaten Kudus Jawa Tengah, rasanya berpelesiran di kota ini tidak lengkap kalau tak membawa Jenang Kudus sebagai buah tangan. Makanan asli kota kretek yang di Jawa Barat disebut dodol itu kini mendunia.
Penikmatnya tak hanya wisatawan lokal tapi juga mancanegara. "Jenang Kudus Mubarok" adalah salah satu penguasa pasar jenang di Kudus. Pemasarannya tidak hanya menjangkau kota-kota lain bahkan hingga mancanegara. Dengan mengutamakan kualitas jenang dan citarasa juga bentuk kemasan yang menarik Jenang Kudus Mubarok mendapat tempat tersendiri di hati konsumennya.
Kepala Bagian Pemasaran Jenang Mubarok Kirom menyebutkan, banyak konsumen yang bertanya soal apa perbedaan jenang dan dodol? Menurutnya, jenang menggunakan lemak nabati yang bersumber dari mentega. Sementara dodol memakai lemak hewani, hal itu yang membedakan keduanya.
"Kalau di Jawa Tengah, dodol itu artinya 'jualan'," canda Kirom kepada Tim Survei Tour De Java. Kirom menjelaskan, jenang yang bertekstur elastis dan lebih lentur, agak berbeda dengan dodol yang lebih basah dan berminyak. "Kalau makan dodol mungkin dua saja sudah eneg, tapi jenang beda," katanya.
Di toko Sinar Tiga-Tiga, Jalan Sunan Muria No 33 Kudus, Jawa Tengah, saat ini satu-satunya toko resmi yang menjual Jenang Mubarok. Jenang ini biasanya dijual dalam potongan-potongan kecil, dibungkus kertas kaca, dan dimasukkan ke dalam kemasan dus. Sejatinya di Kudus, banyak home industry (industri rumahan) jenang. Namun, yang cukup besar dan terkenal adalah Jenang Mubarok.
Maklum, Jenang Mubarok, bisa dibilang satu-satunya cikal-bakal pembuat jenang di Kudus. Dengan bahan baku tepung beras ketan, gula pasir, gula kelapa, santan kelapa, lemak nabati, dan penyedap halal dan bermutu tinggi, Jenang Mubarok dengan belasan jenis dan kemasan tersebut, kini merambah pasar Hongkong, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Abu Dhabi, Arab Saudi, Jepang dan beberapa negara lain.
Kini, Jenang Mubarok terus mengembangkan merek jenangnya, diantaranya Mabrur, Mubarok Viva, dan Sinar Tiga-Tiga dengan berbagai aroma rasa. Harga jualnya mulai Rp 5.500 sampai Rp 50 ribu satu boks. "Saat ini kami juga bekerjasama dengan maskapai penerbangan yang menerbangkan jamaah haji. Jadi snack atau takjil di pesawat untuk buka puasa itu Jenang Kudus," kata Kirom. (Wahyu Aji)

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140805_134422_jenang-kudus.jpg)