Hari Valentine

Hari Kasih Sayang Itu Bukan Momentum Lakukan Seks Bebas

Sangat disayangkan ketika muncul paket cokelat berhadiah kondom menjelang Hari Valentine

Hari Kasih Sayang Itu Bukan Momentum Lakukan Seks Bebas
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hari valentine adalah hari kasih sayang yang selama ini dikaitkan dengan hubungan asmara pria dan wanita. Padahal, makna hari kasih sayang sebenarnya luas, tak hanya antara laki-laki dan wanita.

Hari Valentine juga bukan momentum untuk melakukan seks bebas bagi para remaja yang sudah mengenal cinta. Sangat disayangkan ketika muncul paket cokelat berhadiah kondom menjelang Hari Valentine atau kamar hotel yang member diskon di Hari Valentine bagi pasangan yang ingin menginap.

Kedua contoh tersebut nampaknya ingin mengaitkan Hari Valentine dengan seks. Pergeseran makna ini pun harus disikapi agar tidak membentuk pandangan yang salah terhadap Hari Kasih Sayang.

“Kasih sayang itu tidak berkonotasi dengan seksual. Enggak ada korelasinya sebetulnya. Ada cokelat dikaitkan dengan kondom, apakah cinta itu harus selalu dengan hubungan seksual? Ini pemahaman yang harus diberikan secara masif kepada adik-adik kita,” ujar Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti beberapa waktu lalu.

Menurut Maria, para remaja seharusnya didorong untuk merayakan valentine dengan kegiatan yang positif. Anggapan seks bebas agar remaja dibilang keren atau gaul tentu salah. Berpikirlah jangka panjang, jangan hanya kenikmatan sesaat.

“Tidak seks bebas itu lebih keren dan gaul. Kalau kamu melakukan hubungan seksual pranikah nanti setelahnya bagaimana? Itu pertanyaan agar mereka punya pemikiran lebih panjang,” lanjut Maria.

Kasih sayang pun tak hanya diberikan pada Hari Valentine saja, tetapi sepanjang hari lainnya. Menunjukkan kasih sayang kepada orang terkasih boleh-boleh saja. Kepada remaja, pengertian kasih sayang harus dipahami dengan tepat.

“Kasih sayang itu bukan seks. Diberi pengertian cinta itu seperti apa, yaitu bagaimana menghargai pacarnya, melindungi, menjadikan orang yang kita sayagi jadi yang terbaik. Merasa bangga punya pacar masih perawan, yang laki-laki juga bangga bisa menjaga keperjakaan,” terang Frenia TADS Nababan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Hari Valentine bisa dijadikan momen untuk menebar kasih sayang kepada orang-orang disekeliling kita. Kepada ayah, ibu, kakak, kakek, nenek, dan teman-teman.

Seks bebas dapat berbuntut panjang yang merugikan. Seperti diketahui, seks bebas meningkatkan risiko penularan virus HIV hingga kehamilan tidak dikehendaki. Tak hanya kesehatan reproduksi yang dapat bermasalah, tetapi psikososial.

Bagi remaja, kehamilan yang tidak dikehendaki dapat menyebabkan masalah serius. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Nurdadi Saleh mengatakan, hamil usia dini atau yang terjadi sebelum usia 21 tahun meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur, memiliki kelainan bawaan, hingga kematian.

Wanita yang hamil usia dini pun berisiko tinggi mengalami preeklampsia yang juga bisa berujung pada kematian sang ibu. Sebab, pertumbuhan panggul hingga sel telur seorang remaja belum sempurna. Dampak lainnya, kehamilan tidak diinginkan bisa memicu remaja melakukan aborsi tidak aman.

Tags
Valentine
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved