Kolektor Berlian Tidak Cukup Lihat Karat dan Warna, Tapi Juga Harus Lihat Ini

Dibandingkan batu mulia lainnya, berlian tidak akan pernah rusak, berubah warna atau jadi jadi kuno dan ketinggalan jaman

Penulis: Eko Sutriyanto
Tribunnews/Eko Sutriyanto
Peonia Diamond, berlian yang inspirasinya berasal dari bunga Peony dengan 88 sisinya yang tersedia secara eksklusif di SWAN Jewellery 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat ini pengemar berlian Indonesia masih kurang memperhatikan pentingnya cut (potongan) dalam pemilihan berlian.

Umumnya, pencinta berlian memilih karat dan warna yang indah, kelihatan tanpa cacat dan melewatkan unsur cutting ini.

"Cutting ini penting, kalau potongan tidak ok, cahaya tidak bisa balik ke mata," kata Leticia Paramita, Gemologist atau ahli batu mulia di sela-sela peringatan HUT SWAN Jewellery ke-6 di Mall Taman Anggrek, Minggu (2/4/2017).

Cuting juga harus memberi proporsi yang baik, yakni ada kepala badan dan kaki sehingga akan memberikan sinar yang maksimal di setiap berlian.

Leticia mengatakan, mempelajari berlian jauh lebih rumit daripada batu mulia lainnya.

Untuk pengetahuan dasar tentang berlian, dibutuhkan 10 kali pertemuan perkuliahan, masing-masing tiga jam untuk mempelajari clarity (kejernihan), color (warna), cut (potongan), dan carat (karat).

"Pengetahuan itulah yang kemudian menjadi metoda penentuan berlian asli atau palsu,” katanya.

Head of Education, Institute Gemology Paramita ini menambahkan, berlian bisa menjadi sarana investasi karena harganya tidak akan pernah turun.

Apalagi jika berlian yang dimiliki barangnya tidak semua punya atau susah dicari, sementara permintaan tinggi maka harga dipastikan akan naik.

Dibandingkan batu mulia lainnya, berlian tidak akan pernah rusak, berubah warna atau jadi jadi kuno dan ketinggalan jaman.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved