Agar Merdeka Finansial, Millenial Perlu Lakukan Ini

Ada banyak cara untuk mencapai kemerdekaan finansial. Beberapa cara ini mungkin bisa kamu terapkan agar membawa dampak positif di masa depan.

Agar Merdeka Finansial, Millenial Perlu Lakukan Ini
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM - Setelah 74 tahun merdeka, semakin banyak penduduk Indonesia mencapai taraf lebih sejahtera dibanding beberapa periode lalu. Kesejahteraan akan semakin bermakna bila setiap orang mencapai kemerdekaan finansial.

Ada banyak cara untuk mencapai kemerdekaan finansial. Beberapa cara ini mungkin bisa kamu terapkan agar membawa dampak positif di masa depan.

1. Membuat rencana keuangan
Sebelum mengeluarkan untuk ini dan itu, sebaiknya pahami tentang keuanganmu dengan baik. Buatlah rencana keuangan dengan teliti. Kamu bisa mulai dengan list rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Artis muda yang juga mantan VJ, Cathy Sharon, membenarkan soal pentingnya perencanaan keuangan ini, “Rencana keuangan sangat penting, bukan hanya untuk generasi milenial. Dalam hal apapun itu kalau udah dalam hal keuangan harus direncanakan sebaik mungkin. Supaya nanti tidak kaget, dan tidak terjadi masalah ke depannya.”

2. Keinginan vs kebutuhan
Seringkali kita keliru membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Jika tak bisa memilahnya, maka kita akan terjebak pada masalah keuangan. Pada akhirnya kamu akan menyesal karena telah salah menggunakan untuk yang tidak dibutuhkan.

Kadang kita tidak menyadari keinginan datang dari hal-hal yang terkesan menarik atau kemudahan yang ditawarkan, sehingga menimbulkan hasrat untuk berbelanja. Sebagai contoh, belanja karena diskon atau kemudahan cicilan.

3. Menambah pendapatan
Salah satu hal yang perlu dipikirkan untuk mencapai kemerdekaan finansial adalah dengan menambah pendapatan.

Lalu, bagaimana cara mencapainya alias cara menambah pendapatan? Sebagai milenial yang hidup di era teknologi informasi yang berlimpah, banyak sekali peluang untuk menambah pendapatan. Kamu bisa mulai rencana membuka usaha, menjadi agen asuransi, atau menjadi influencer di sosial media.

Menurut Cathy, anak muda zaman sekarang punya kelebihan dan peluang yang lebih besar untuk menambah pendapatan dibandingkan generasi sebelumnya.

Of course teknologi juga sangat membantu, pada akhirnya kembali lagi kepada sebagaimana kerja kerasnya orang itu untuk mendapatkan uang tambahan, karena untuk mendapatkan uang kita lebih banyak untuk menyisakan waktu untuk melakukan aktifitas pekerjaan, apapun itu ya, kalau misalkan kita mau jualan online, atau pun kita mau buat konten, itu semua pada akhirnya kan kerja keras jadi investasi waktu kita,” ujar Cathy.

4. Siapkan proteksi
Satu hal yang tidak kalah penting untuk mencapai kemerdekaan finansial bagi milenial adalah mempersiapkan perlindungan atau proteksi. Sebab, ada hal-hal tidak terduga yang bisa menghabiskan semua tabungan dan mengganggu rencana yang sudah disusun. Proteksi paling lazim adalah memiliki asuransi untuk kesehatan, jiwa, kendaraan, hingga bencana.

Asuransi membantu mengelola risiko jika terjadi hal tidak terduga. Misalnya, ada musibah yang menimba pencari nafkah utama sebelum rencana finansial tercapai. Dalam kondisi itu, diperlukan perlindungan untuk menjaga keberlangsungan rencana. "Setiap kepala keluarga atau pencari nafkah utama di keluarga wajib memiliki asuransi jiwa," ungkap Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer Allianz Indonesia.

"Banyak sekali cerita tentang keluarga yang mendadak harus berubah keadaannya karena pencari nafkah utama mengalami musibah dan tidak ada proteksi. Maka, penting sedia payung sebelum hujan," lanjut Karin.

Asuransi kesehatan diperlukan karena biaya kesehatan bisa sangat besar dan mengganggu keuangan suatu keluarga. Kondisi itu bisa diantisipasi dengan asuransi kesehatan. "Punya asuransi kesehatan bukan berarti berharap sakit. Ini hanya antisipasi jika keadaan memburuk," ujar Karin.

5. Kenali proteksi
Karena membahas soal keuangan, maka selalu ingat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu yang harus dipertimbangkan sebelum memilih penyedia asuransi adalah memastikan penyedia produk telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyedia asuransi yang tidak terdaftar di OJK jelas harus dihindari para milenial.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved