Setujukah Bila Wajah Bayi yang Mirip dengan Ayah Bikin Mereka Lebih Sehat?

Anak yang mirip dengan ayah mereka kemungkin lebih sehat daripada mereka yang tidak memilki kemiripan.

Setujukah Bila Wajah Bayi yang Mirip dengan Ayah Bikin Mereka Lebih Sehat?
nadzirahramlee.files.wordpress.com
Ilustrasi bayi mendengarkan musik. 

TRIBUNNEWS.COM - Anak yang mirip dengan ayah mereka kemungkin lebih sehat daripada mereka yang tidak memilki kemiripan.

Penelitian baru ini, yang dipimpin oleh Solomon Polachek dari Binghamton University dan Marlon Tracey dari Southern Illinois University, menyatakan kemiripan membuat seorang ayah menghabiskan lebih banyak waktu terlibat dalam pengasuhan yang positif.

Metode penelitian memperkenalkan "pendekatan unik, dengan akar dalam sosiobiologi evolusioner," untuk mempelajari dampak keterlibatan ayah yang bukan penduduk dalam kehidupan anak.

"Ayah penting dalam membesarkan anak, dan itu memanifestasikan dirinya dalam kesehatan anak," kata Polachek, profesor riset ekonomi terkemuka di Binghamton, seperti dilansir dari Medical Daily.

Tim menggunakan data dari studi Keluarga Rapuh dan Kesejahteraan Anak (FFCW) yang meneliti 715 keluarga di mana anak-anak (lahir antara tahun 1998 dan 2000) tinggal hanya dengan ibu mereka.

Itu dianggap tepat karena "ketidakpastian ayah lebih mungkin terjadi di antara keluarga yang rapuh," menurut penelitian.

Data FFCW mencatat penampilan bayi saat lahir dari tanggapan kedua orang tua terhadap pertanyaan, "Seperti siapa bayi itu?"

"Karena wanita tidak memerlukan isyarat kemiripan wajah untuk memutuskan apakah akan memberikan perawatan, kami berharap bayi yang terlihat memengaruhi hasil perkembangan anak hanya melalui investasi ayah," kata penelitian itu, menyoroti sifat berbeda dari investasi ayah.

Data dari dua gelombang pertama penelitian menunjukkan bayi yang tampak seperti ayah mereka saat lahir lebih sehat satu tahun kemudian.

"Ayah-ayah yang menganggap kemiripan bayi dengan mereka lebih yakin bayi itu milik mereka, dan karenanya menghabiskan lebih banyak waktu dengan bayi itu," jelas Polachek.

Halaman
12
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved