Obesitas hingga Osteoporosis Intai Anak yang Kecanduan Main Gadget

Umumnya orangtua mengkhawatirkan kesehatan mata anak apabila main gadget terlalu lama.

Obesitas hingga Osteoporosis Intai Anak yang Kecanduan Main Gadget
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Orang Tua mendampingi anaknya bermain Gadget di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). Perlunya pengawasan orang tua saat bermain gadget agar si anak tidak membuka situs yang tidak semestinya. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Umumnya orangtua mengkhawatirkan kesehatan mata anak apabila main gadget terlalu lama.

Padahal ada risiko lainnya membiarkan anak asyik bermain gadget sampai berjam-jam. Risiko itu, yakni obesitas atau kelebihan berat badan.

Dr. Andi Kurniawan Sp. KO menjelaskan berat badan anak bisa berlebih karena anak yang seharusnya aktif dan banyak bergerak jadi duduk diam saja bermain game.

Baca: Nadya Hutagalung Batasi Penggunaan Gadget untuk Putri Bungsunya

Baca: Yang Disarankan untuk Orangtua Apabila Anak Sudah Menggunakan Gadget

Baca: Ariel Noah Gandeng Seorang Wanita Saat Menonton Konser Marcell Siahaan di Balai Sarbini

Kurangnya aktivitas fisik tersebut akan membuat lemak pada tubuh menumpuk karena tubuh tidak melakukan aktivitas fisik.

"Tentu saja aja obesitas, Karena aktifitas fisik rendah sambil main gadget aabil makan, minum boba, makanan snacking tidak sehat," kata dr. Andi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Selain obesitas, kelamaan bermain gadget pada anak dapat menimbulkan permasalahan pada tulang.

Detilnya kalau anak duduk saja maka akan membuat pertumbuhan bentuk tulangnya tidak sesuai dengan posturnya.

"Ketika bergerak pertumbuhan akan bagus, kalau anak kurang gerak terjadi tukang keropos, osteoporosis semakin meningkat. Masalah postur karena di depan gadget terus, itu menyebabkan postur sangat jelek," ucap dr. Andi.

Orangtua pum dihimbau agar tidak terlalu dini mengenalkan gadget pad anak dan lebih banyak mengajak anak bermain yang menambah aktivitas fisiknya.

"Tentu saja status kesehatan anak tergantung dari orangtua. Seharusnya mempromosikan gaya hidup sehat, gak cuma main gadget saja di rumah," pungkas dr. Andi.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved