Kamis, 4 Juni 2026

Bacaan Doa

Doa Tiba di Rumah setelah Pulang Haji, Dibaca Setelah Sholat Sunah 2 Rakaat

Jemaah haji dianjurkan untuk sholat dua rakaat dan membaca doa ketika tiba di rumah setelah pulang dari perjalanan haji.

Tayang:
Tribunnews.com
DOA TIBA DARI PERJALANAN HAJI - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Kamis (4/6/2026). Jemaah haji dianjurkan untuk sholat dua rakaat dan membaca doa ketika tiba di rumah setelah pulang dari perjalanan haji. 

Ringkasan Berita:
  • Haji adalah ibadah yang menjadi bukti ketaatan total kepada Allah SWT, karena jamaah meninggalkan hal-hal duniawi untuk fokus beribadah pada 9-13 Dzulhijjah.
  • Setelah pulang, jamaah diharapkan menjadi pribadi yang lebih taat, berakhlak baik, dan istiqamah dalam ibadah.
  • Jemaah haji dianjurkan mengerjakan sholat sunnah 2 rakaat setelah tiba di rumah.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang tidak hanya melibatkan fisik, tetapi juga hati dan jiwa seorang muslim dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Setelah menempuh perjalanan panjang di Tanah Suci dan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, momen kepulangan menjadi saat yang penuh haru sekaligus syukur yang mendalam.

Saat jemaah haji kembali ke rumah, suasana biasanya dipenuhi rasa bahagia, rindu yang terobati, dan harapan besar agar ibadah yang telah dilakukan diterima oleh Allah SWT sebagai haji yang mabrur. 

Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan sesampainya di kampung halaman, jemaah haji dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat dan disunnahkan salat di masjid terdekat dari rumah.

Sholat sunnah ini sebagai tanda syukur kepada Allah SWT, karena telah tiba kembali di tanah air dengan selamat.

Setelah selesai salat sunat dua rakaat, dianjurkan membaca doa.

Mengutip buku Manasik Haji dan Umrah 2026 oleh Kementerian Haji dan Umrah, berikut doa ketika tiba di rumah setelah beribadah haji.

Doa Tiba di Rumah Setelah Pulang Haji

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي نَصَرَنِي بِقَضَاءِ نُسْكِي وَحَفَظَنِي مِنْ
وَعْثَاءِ السَّفَرِ حَتَّى أَعُودَ إِلَى أَهْلِي اللَّهُمَّ بَارِكْ فِي حَيَاتِي
بَعْدَ الحج وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّالِحِين

Alḥamdulillāhi alladzī naṣaranī bi qaḍā’i nusukī wa ḥafaẓanī min wa‘tsā’is-safari ḥattā a‘ūda ilā ahli. Allāhumma bārik fī ḥayātī ba‘da al-ḥajj waj‘alnī minaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pertolongan kepadaku dengan melaksanakan ibadah haji dan telah menjaga diriku dari kesulitan bepergian, sehingga aku dapat kembali lagi kepada keluargaku. Ya Allah, berkatilah kehidupanku setelah melaksanakan haji ini dan jadikanlah aku termasuk orangorang saleh."

Baca juga: Doa Perjalanan Pulang Haji, Berisi Ungkapan Syukur dan Taubat hingga Tiba di Tanah Air

لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيِ قَدِير، أيبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ
سَاجِدُونَ لِرَبَّنَا حَامِدُونَ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَم
الْأَحْزَابَ وَحْدَه.

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā sharīka lah, lahu al-mulku wa lahu al-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli shay’in qadīr. Āyibūna tā’ibūna ‘ābidūna sājidūna li rabbinā ḥāmidūn. Ṣadaqa wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya semua pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, ahli taubat, ahli ibadah, ahli sujud dan kepada Allah kami semua memuji, benar janji-Nya, menolong hambaNya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya."

Hikmah Menunaikan Ibadah Haji

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyebutkan dan menjelaskan hikmah menunaikan ibadah haji sebagai berikut.

1. Haji sebagai bentuk ketaatan kepada Allah

Hikmah pertama dari ibadah haji adalah sebagai bukti nyata ketaatan seorang muslim kepada Allah SWT. Ketika seseorang berangkat haji, ia meninggalkan berbagai urusan dunia seperti pekerjaan, jabatan, harta, dan kenyamanan hidup, lalu datang memenuhi panggilan Allah.

Dengan memakai pakaian ihram yang sederhana, semua jamaah terlihat sama tanpa perbedaan status sosial. Hal ini mengajarkan bahwa di hadapan Allah, yang paling penting bukanlah kedudukan atau kekayaan, tetapi ketakwaan dan kepatuhan kepada-Nya. Dari sini seorang muslim belajar untuk lebih tunduk dan selalu siap menjalankan perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari.

2. Haji sebagai sarana penyucian diri

Haji juga menjadi kesempatan besar bagi seorang muslim untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan masa lalu. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan haji dengan benar dan ikhlas akan kembali seperti bayi yang baru lahir, yaitu dalam keadaan suci dari dosa.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved