Minggu, 31 Agustus 2025

Desain Sepatu Anak Penjual Bandeng di Klate Mendunia, Dipakai Pogba hingga David Beckham

Karya sepatu-sepatu andalan yang digunakan untuk merumput di lapangan hijau di antaranya dipakai David Beckham, Paul Pogba, Mesut Ozil, Van Persie,

TribunSolo.com/Dok Rudi Swasto
Rudi Swasto anak pasangan Sayono (65) dan Kusmiyati (60) yang merupakan warga Dukuh Gabahan RT 002 RW 009, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Selasa (5/5/2020). 

TRIBUNNEWSCOM, KLATEN – Namanya mendunia. Meski berasal dari Desa, jangan remehkan potensi lokal, begitulah kiranya yang ingin disampaikan Rudi Swasto.

Ya, pemuda 31 tahun warga Dukuh Gabahan RT 002 RW 009, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten namanya 'nyaring' di dunia sepak bola internasional.

Dari tangan dingin putra pasangan Sayono (65) dan Kusmiyati (60) itu, lahirlah desain sepatu-sepatu andalan yang digunakan untuk merumput di lapangan hijau di antaranya dipakai David Beckham, Paul Pogba, Mesut Ozil, Van Persie, Dani Alves hingga Zinedine Zidane.

Sehari-hari, Kusmiyati berjualan ikan bandeng di Pasar Jeblog, Kecamatan Karanganom, sementara bapaknya pecinta seni rupa.

Orang tua Rudi Swasto, Sayono (65) dan Kusmiyati (60) di Dukuh Gabahan RT 002 RW 009, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Selasa (5/5/2020).
Orang tua Rudi Swasto, Sayono (65) dan Kusmiyati (60) di Dukuh Gabahan RT 002 RW 009, Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Selasa (5/5/2020). (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Rudi merupakan pendesain sepatu asal Klaten yang karyanya diakui pemain bola kelas dunia.

"Rudi merupakan anak terakhir saya, Rudi mempunyai dua kakak yang bernama Ari Sansoko, dan Dian Kusworo," ungkap Kusmiyati kepada TribunSolo.com, Selasa (5/5/2020).

Kusmiyati mengaku keahlian Rudi mendesain turun dari sosok bapaknya, Sayono.

"Dia memang sudah punya bakat seni, bakatnya turun dari bapaknya," jawab Kusmiyati.

Terlebih selama ini Rudi menunjukan hasil desainnya kedua orang tuanya.

"Si Rudi sering nunjukin hasil karyanya ke kita," ucap Kusmiyati.

Kusmiyati bercerita perjalanan karier anaknya yang bekerja dahulu sebelum Rudi mendaftar diri menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Cikarang, Jawa Barat.

Sebelum ke perguruan tinggi, Rui merupakan lulusan 2008 di SMK Mikael Solo di tahun 2008.

"Rudi sudah merantau di Cikarang lebih dari 5 tahun, sehabis lulus dari SMK ia putuskan untuk bekerja dulu, namun dia putuskan mengambil kuliah sambil bekerja di sana, hingga 2018 dia diwisuda," terang dia.

Rudi sering berpindah-pindah dari perusahan satu ke perusahaan lain.

"Terakhir dia bekerja di PT Parmas," tutur dia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan