Breaking News:

Virus Corona

Cara Memahamkan Konsep New Normal pada Anak di Usia PAUD hingga SD

Orangtua dipandang perlu memberikan pemahaman kepada anak tentang konsep kenormalan baru atau new normal di tengah masa pandemi Covid-19.

AFP/RICKY PRAKOSO
Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020) lalu. Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM - Orangtua dipandang perlu memberikan pemahaman kepada anak tentang konsep kenormalan baru atau new normal di tengah masa pandemi Covid-19.

Terutama, pada anak yang masih harus diberikan tuntunan dan arahan pada jenjang play group, TK, hingga SD kelas 1-3, atau anak di bawah 10 tahun.

Psikolog Prita Pratiwi, S.Psi, M.Psi mengungkapkan orangtua perlu menyampaikan pada anak adanya rules atau aturan-aturan baru dalam aktivitas.

"Sebenarnya tinggal disampaikan saja, sekarang itu kalau kita mau pergi, cara berpakaiannya berbeda, harus menggunakan masker, hand sanitizer, dan alat kebersihan lainnya," ungkap Prita saat dihubungi Tribunnews melalui sambungan telepon, Kamis (18/6/2020).

Sekretaris Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Jawa Barat tersebut menyebut, memberi penjelasan konsep new normal pada anak sama halnya dengan menjelaskan aturan-aturan yang sebelumnya sudah ada.

"Itu sama saja saat kita menjelaskan kenapa sih harus pakai helm ketika naik motor, kenapa pake safety belt kalau naik mobil," ungkapnya.

Sekretaris Himpsi Wilayah Jawa Barat, Prita Pratiwi
Sekretaris Himpsi Wilayah Jawa Barat, Prita Pratiwi, S.Psi, M.Psi.

Baca: Benarkah Anak-anak Lebih Aman dari Serangan Virus Corona? Ini Kata Dokter Anak

Risiko tidak diterapkannya protokol kesehatan dalam konsep new normal bisa disampaikan kepada anak.

"Bukan untuk menakuti, sampaikan saja di luar sana masih ada virus, ini dan itu," ungkap Prita.

Prita juga mengungkapkan, media pembantu bisa dimanfaatkan orangtua untuk memberikan penjelasan pada anak.

"Bisa dengan gambar, dengan gesture, tetap bisa dimengerti oleh anak," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved