Breaking News:

Membantu Anak-anak Keluarga Kurang Mampu Peroleh Asupan Nutrisi Layak

Di masa pandemi, banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Kondisi itu bisa mengancam anak-anak kurang mampu mengalami kekurangan gizi.

Ist
Ilustrasi sarapan 

TRIBUNNEWS.COM - Sebaiknya jangan mengabaikan kebiasaan sarapan. Sebab kebiasaan tersebut dapat menunjang aktivitas selama seharian.

Masyarakat dengan gaya hidup aktif membutuhkan asupan energi yang tinggi setiap harinya, mengingat jumlah kalori yang terbakar juga besar.

Sementara, bagi anak-anak, sarapan dengan kandungan gizi yang baik, dapat membantu tumbuh kembang mereka.

Karenanya, menyambut Hari Pangan Sedunia 2020, FoodCycle Indonesia, organisasi sosial yang berdiri sejak November 2017, menggelar acara “Semangat Pagi Indonesia: Sarapan Bergizi Bagi Anak Bangsa”.

Nah, melalui acara ini FoodCycle Indonesia mengajak masyarakat membantu anak-anak keluarga pra-sejahtera mendapatkan asupan nutrisi yang layak.

Astrid Paramita, Co-Founder FoodCycle Indonesia, menjelaskan di masa pandemi, banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi.

Baca juga: Kampanye Ini Ajak Masyarakat Konsumsi Nutrisi dari Sayuran Segar dan Berkelanjutan

Akibatnya, penghasilan makin berkurang dan anak-anak harus dihadapkan pada risiko kelaparan serta kekurangan nutrisi.

“Sadar atau tidak, seringkali kita tidak menghabiskan makanan dengan alasan kenyang atau mengambil porsi terlalu banyak. Padahal, di sekitar masih banyak saudara kita yang kurang beruntung dan harus bekerja lebih keras untuk mengisi perut mereka. Terlebih di masa pandemi ini, anak-anak kurang mampu di Indonesia selain terancam risiko penyakit masih harus berhadapan dengan masalah kelaparan,” terangnya.

Astrid menambahkan, jumlah anak kekurangan gizi di Indonesia meningkat akibat banyak keluarga yang kehilangan pendapatan selama pandemik Covid-19.

Baca juga: Untuk Penuhi Gizi Seimbang, Nestle Menghadirkan Produk Pangan dengan Logo Pilihan Lebih Sehat

Dampaknya, mereka tidak mampu membeli makanan sehat dan bergizi. Menurut laporan Oxfam,

kelaparan saat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 12 ribu per hari di akhir tahun 2020. Dalam laporan yang dirilisnya, Oxfam menyebut potensi kematian akibat kelaparan bisa merenggut lebih banyak nyawa dari infeksi virus Corona itu sendiri.”

Halaman
123
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved